Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan sampai Dimanfaatkan Teknologi, Wali Kota Magelang Ingatkan Risiko AI

Naila Nihayah • Jumat, 5 Juni 2026 | 03:30 WIB
Wali Kota Magelang saat menghadiri sosialisasi pemanfaatan AI yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Magelang, Kamis (4/6).
Wali Kota Magelang saat menghadiri sosialisasi pemanfaatan AI yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Magelang, Kamis (4/6).

 

 

 

MAGELANG - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat mulai menyentuh berbagai aspek kehidupan, dari bisnis hingga pemerintahan.

Di tengah tren itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan agar masyarakat tidak justru menjadi pihak yang dikendalikan oleh teknologi yang mereka ciptakan sendiri.

Pesan itu disampaikan Damar saat menghadiri sosialisasi pemanfaatan AI yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang, Kamis (4/6). Di hadapan pelaku usaha dan peserta yang didominasi generasi muda, dia menekankan pentingnya kesadaran kritis dalam menggunakan teknologi berbasis AI.

Baca Juga: Betah di Jogja, Alasan Pelatih Van Gastel Tetap Bersama PSIM Jogja

Menurut Damar, terdapat batas mendasar yang tidak boleh dilupakan dalam perkembangan teknologi tersebut. AI, kata dia, merupakan hasil ciptaan manusia yang seharusnya berada di bawah kendali manusia, bukan sebaliknya. "AI ini buatan manusia, bukan manusia yang dibuat oleh AI. Ini hal yang fundamental. Kita yang harus mengendalikan," ujarnya.

Dia menilai, pemahaman masyarakat terhadap AI masih perlu diperkuat, terutama di kalangan mahasiswa dan generasi muda yang menjadi pengguna terbesar teknologi digital. Tanpa pemahaman yang cukup, penggunaan AI justru berpotensi menempatkan masyarakat pada posisi yang dirugikan.

Damar mengingatkan, keterlambatan dalam memahami teknologi dapat dimanfaatkan oleh pihak lain yang lebih dahulu menguasainya. Baik dalam konteks bisnis maupun informasi. "Jangan sampai kita justru dimanfaatkan oleh mereka yang sudah lebih dulu menggunakan teknologi ini," katanya.

Baca Juga: Mbah Slamet, Masinis Tragedi Bintaro 1987 Tutup Usia, Sering Minta Uang untuk Kirim Surat ke Presiden Minta Hak Pensiun

Di lingkungan pemerintahan, Pemkot Magelang mulai mengintegrasikan AI dan teknologi digital dalam sejumlah sistem kerja. Pemanfaatan tersebut mencakup pelaporan keuangan, penguatan indikator akuntabilitas, hingga pengelolaan komunikasi internal dan media sosial.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga didorong untuk mengoptimalkan teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja serta kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Magelang Edi Sutrisno menilai, perkembangan AI tidak lagi bisa dipandang sebagai sekadar alat bantu. Menurutnya, AI telah berkembang menjadi sebuah paradigma baru yang mengubah cara berpikir dan bekerja di berbagai bidang.

 Baca Juga: Skuad Tim Nasional Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Luis De La Fuente: Bagi Saya, Ini Sempurna

"AI ini bukan lagi sekadar teknologi pendukung. Ini sudah menjadi paradigma. Mau tidak mau harus kita kuasai untuk mengubah mindset," bebernya.

 

Edi menekankan, adaptasi terhadap AI harus dilakukan secara menyeluruh, baik di sektor bisnis, pendidikan, maupun dunia kerja. Perubahan yang terjadi, kata dia, menuntut setiap individu dan institusi untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#dAMAR PRASETYONO #ai #kecerdasan buatan #Apindo #wali kota magelang