Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkubur Lama, Arca dan Peripih Ditemukan di Dasar Candi Losari Magelang

Naila Nihayah • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:03 WIB
Tim juru pugar menemukan dua arca dan peripih saat proses pemugaran. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
Tim juru pugar menemukan dua arca dan peripih saat proses pemugaran. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 MUNGKID - Di sela pemugaran Candi Losari, tim juru pugar menemukan dua blok arca dan peripih yang diduga menjadi bagian dari candi tersebut. Penemuan itu terjadi saat tim melakukan pembongkaran hingga lapisan ke-9 struktur candi. 

Juru pugar, Restu Hidayat mengutarakan, dua blok arca bernama Dewa Surya ditemukan dalam posisi terkubur di bawah lantai, sekitar tiga lapis dari permukaan. "Setelah itu kami lanjutkan penggalian sampai tanah asli, dan ditemukan peripih atau kotak peripih," ujarnya di lokasi, Kamis (4/6/2026).

Peripih merupakan wadah ritual yang umumnya ditempatkan di bagian inti bangunan candi sebagai simbol sakral. Dalam temuan di Candi Losari, kotak peripih tersebut tidak lagi utuh. Di dalamnya hanya tersisa selembar emas berukuran sekitar satu sentimeter persegi.

Restu menduga, isi peripih tersebut telah hilang sejak lama dan baru ditemukan pada 21 April 2026. "Peripihnya terpisah dan kemungkinan sudah pernah diambil atau dicuri sejak dulu," kata Restu.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Turun di Angka 2.759.000 Per Gram Hari Ini, Kamis 4 Juni 2026

Penemuan terbaru ini melengkapi temuan sebelumnya pada tahap ekskavasi awal yang menghasilkan tiga arca dengan bentuk serupa. Secara keseluruhan, arca-arca yang ditemukan memiliki karakteristik yang sama, meskipun terdapat perbedaan ukuran yang sangat tipis.

Restu menambahkan, jumlah keseluruhan arca diperkirakan sebanyak delapan blok. Sehingga masih menyisakan tiga blok arca lagi. Namun, dia juga tidak bisa memastikan keberadaan ketiganya. Sementara dua arca dan peripih yang baru ditemukan kini berada di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X.

Dia menjelaskan, pemugaran Candi Losari memang dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan paling dasar. Berbeda dengan pemugaran biasa, struktur candi dibongkar total untuk memastikan kekuatan fondasi.

Langkah tersebut diambil mengingat kondisi tanah di lokasi cenderung tidak stabil. Bahkan pada kedalaman sekitar 20 sentimeter, air sudah mulai muncul. "Rekonstruksi ini kita bongkar sampai nol, sampai tanah asli karena sebelumnya struktur candi mengalami penurunan," paparnya.

Baca Juga: Satoru Mochizuki Meminta Maaf Setelah Kekalahan Timnas Putri Indonesia dari Singapura

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim menggunakan lapisan penguat berupa isian batu dan material tambahan. Termasuk penggunaan semen pada bagian tertentu sebagai pengisi dan penahan rembesan air. "Ini untuk mengantisipasi supaya tidak amblas dan tetap stabil," imbuhnya.

Candi Losari sendiri dikenal sebagai situs yang unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diduga akibat tertimbun material letusan Gunung Merapi di masa lalu.

Penanggung jawab rekonstruksi, Junawan  mengatakan, pemugaran telah dimulai sejak Februari 2026 dan ditargetkan mencapai lapisan ke-14 pada tahap pertama hingga Oktober 2026. Yang mencakup bagian kaki dan sebagian tubuh bawah candi. 

Hanya saja, lanjut dia, bentuk utuh candi belum akan terlihat dalam tahap ini karena proses rekonstruksi direncanakan berlangsung bertahap. "Untuk keseluruhan masih akan dilanjutkan tahap berikutnya," terangnya.

Baca Juga: Jembatan Krakitan Magelang Dilebarkan, Faktor Usia dan Kecelakaan Jadi Pertimbangan Utama

Setelah tahap ini selesai, kata Junawan, rencananya akan dilakukan ekskavasi lanjutan di sisi barat dan selatan untuk mencari struktur tambahan yang diduga masih tertimbun. Termasuk kemungkinan bagian candi perwara atau candi kecil pelengkap kompleks percandian. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#candi losari #terkubur #peripih #dasar candi #arca