MUNGKID - Proyek penggantian Jembatan Batang A atau yang dikenal sebagai Jembatan Krakitan di Jalan Magelang-Jogja memasuki tahap konstruksi. Pekerjaan ini bukan sekadar perbaikan, melainkan kondisi struktur dinilai telah melampaui umur teknis sekaligus tingginya risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Tengah, Jutika Aditya Nugraha menjelaskan, berdasarkan hasil survei dari Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan ini sudah melampaui umur rencana. Sebab jembatan itu diperkirakan sudah berusia lebih dari 50 tahun.
Karena itu, kondisi bangunan bawah dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan. "Struktur bawahnya sudah tua, sehingga memang harus diganti," ujar Jutika di lokasi, Kamis (4/6/2026).
Selain faktor usia, kata dia, aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan penting. Lebar jembatan eksisting yang hanya sekitar enam meter dinilai tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama di jalur Magelang-Jogja.
Baca Juga: Pertandingan Persahabatan: Belanda Takluk, Italia Menang
Kondisi tersebut, menurut Jutika, berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan di lokasi itu. "Dari pengamatan kami dan laporan Satlantas, di titik ini cukup sering terjadi kecelakaan. Salah satu penyebabnya karena lebar jembatan yang terbatas," katanya.
Jutika menjelaskan, melalui proyek penggantian ini, pemerintah tidak hanya membangun ulang struktur jembatan, tetapi juga melakukan pelebaran signifikan. Lebar aspal akan ditingkatkan dari enam meter menjadi delapan meter, dengan total lebar jembatan mencapai sepuluh meter, termasuk trotoar dan pagar pengaman.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menekan risiko kecelakaan. "Kami berharap dengan pelebaran ini, potensi kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan kalau bisa sampai nol," terangnya.
Dia menyebut, proyek yang dibiayai dari APBN 2026 ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 7,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Sumber Wijaya Sakti 1. Total panjang penanganan mencapai 350 meter dengan bentang utama jembatan sepanjang 18 meter.
Baca Juga: Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis: Tiga Eks Pimpinan BGN Resmi Ditahan Kejagung Pasca Pencopotan
Kontrak pekerjaan telah dimulai sejak 29 April 2026, dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender atau sekitar 26 Oktober 2026. Meski kontrak dimulai sejak akhir April, penutupan total jembatan baru dilakukan pada 1 Juni 2026.
Penundaan tersebut bukan tanpa alasan. Jutika menjelaskan, pada fase awal kontrak, tim melakukan serangkaian verifikasi teknis terlebih dahulu. Mulai dari survei kesesuaian desain hingga pengecekan kondisi tanah di lapangan.
Selain itu, penutupan arus lalu lintas harus mempertimbangkan momentum libur panjang yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan secara signifikan. Selama periode sebelum penutupan, pekerjaan tetap berjalan namun difokuskan pada bagian bawah jembatan, seperti pengeboran tanah untuk memastikan kekuatan fondasi.
Penggantian Jembatan Batang A sendiri hanya dilakukan pada satu sisi, yakni arah Magelang menuju Jogja. Sementara sisi sebaliknya dinilai masih dalam kondisi relatif baik karena dibangun lebih belakangan, sekitar era 1980-an.
Baca Juga: Jembatan Krakitan Magelang Ditutup, Contraflow hingga Jalur Alternatif Disiapkan
Ke depan, lanjut Jutika, selain struktur jembatan, penanganan juga mencakup pelebaran jalan pendekat. Ruas jalan yang saat ini memiliki lebar sekitar 7,5 hingga delapan meter akan ditingkatkan menjadi hingga sepuluh meter, menyesuaikan dengan dimensi jembatan baru.
Dengan peningkatan tersebut, jalur ini diharapkan tidak hanya lebih aman, tetapi juga lebih lancar dalam mendukung mobilitas antarwilayah. "Harapannya, setelah selesai nanti, masyarakat mendapatkan akses yang jauh lebih aman dan nyaman," bebernya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin