Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Krakitan Magelang Ditutup, Contraflow hingga Jalur Alternatif Disiapkan

Naila Nihayah • Kamis, 4 Juni 2026 | 12:13 WIB
Jembatan Batang A ditutup karena dalam masa perbaikan sehingga memanfaatkan sisi B, Kamis (4/6/2026). 
Foto: NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
Jembatan Batang A ditutup karena dalam masa perbaikan sehingga memanfaatkan sisi B, Kamis (4/6/2026).  Foto: NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

MUNGKID - Perbaikan Jembatan Batang A atau Jembatan Krakitan di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang berdampak pada arus lalu lintas di jalur utama Magelang-Jogja. Untuk itu, Satlantas Polresta Magelang menerapkan skema rekayasa lalu lintas, termasuk sistem contraflow hingga pengalihan jalur alternatif.

KBO Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Sugiarto menjelaskan, skema utama yang diterapkan adalah penggunaan Jembatan B sebagai jalur dua arah. Ruas yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan dari arah Jogja menuju Magelang, kini difungsikan untuk menampung arus dari kedua arah.

Penerapan contraflow ini, kata dia, menjadi krusial, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama dengan volume kendaraan tinggi, terutama pada jam-jam sibuk. "Ini untuk mengakomodasi penutupan di Jembatan Batang A," ujarnya dilokasi, Kamis (4/6/2026).

Selain itu, penyesuaian juga dilakukan pada titik putar balik kendaraan (u-turn). Sejumlah u-turn yang sebelumnya digunakan, seperti di kawasan Java dan Bakso Pak Tejo, untuk sementara ditutup.

Baca Juga: Mentan Amran Jawab Isu “Pesta Babi” di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan

Sebagai gantinya, titik putar dipindahkan lebih dekat ke lokasi proyek agar pergerakan kendaraan tetap efisien dan tidak memperpanjang antrean. "U-turn kami geser lebih dekat dengan lokasi pembangunan supaya contraflow tidak terlalu panjang dan tetap terkendali," katanya.

Rosyid menyebut, meski skema ini dirancang untuk menjaga kelancaran, potensi kepadatan tetap tidak bisa dihindari, terutama pada jam-jam tertentu. Berdasarkan pemantauan dua hari ini, lonjakan volume kendaraan terjadi dalam dua gelombang pada pagi hari, yakni sekitar pukul 06.30-07.00 dan kembali meningkat pada pukul 07.30-08.00.

Sementara pada sore hari, kepadatan cenderung terjadi dari arah Jogja menuju Magelang, mulai pukul 15.00-18.00. "Pola kepadatan sudah mulai terlihat. Pagi ada dua gelombang, dan sore hari didominasi arus dari Jogja ke Magelang," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, polisi juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Jalur ini diperuntukkan khusus bagi kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, dengan kapasitas terbatas.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Sejarah,di Yogyakarta, Mengulik Kisah Candi Prambanan dan Persiapan Matang Layanan Publik Jelang Libur Sekolah 

Dari arah Jogja menuju Magelang, pengendara dapat memanfaatkan akses melalui gang Indomaret yang tembus ke Desa Mantingan dan berlanjut ke Simpang Tiga Semen. Alternatif lain tersedia di Jagang Kidul, tepatnya di bawah Tugu Ireng, yang dapat mengarah ke kawasan Ringin Pasar Ngluwar.

Sementara dari arah Magelang menuju Jogja, kendaraan roda empat dapat dialihkan melalui Gang Kradenan yang terhubung ke Jeruk Agung, lalu menuju SPBU Baledono. Untuk kendaraan roda dua, jalur alternatif tersedia melalui Simpang Sucen dengan rute akhir yang sama.

Namun, kendaraan besar seperti bus dan truk tetap diarahkan untuk menggunakan jalur utama yang telah direkayasa. "Untuk kendaraan besar tetap kami arahkan melalui jalur utama. Jalur alternatif hanya kami sarankan untuk roda dua dan roda empat," tegas Rosyid. (aya)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jembatan krakitan #krakitan magelang #jembatan ditutup #Kabupaten Magelang #jembatan