MUNGKID - Pemkab Magelang kembali membuka panggung apresiasi bagi 'orang-orang biasa dengan karya luar biasa' melalui Bupati Awards 2026. Ajang ini dinilai menjadi upaya pemkab memburu dan menampilkan kontribusi nyata warga yang selama ini bekerja dalam senyap.
Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Magelang Iswiyati menyebut, gelaran tahun ini mengusung tema Magelang Berperadaban. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, Magelang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan nilai spiritual. "Maka pembangunan yang kita dorong bukan hanya maju secara fisik, tapi juga tetap berakar pada jati diri," ujarnya, Selasa (2/6).
Baca Juga: UAJY Lepas 288 Lulusan, Integritas dan Kompetensi Jadi Bekal Hadapi Dunia Profesional
Kegiatan tersebut akan dihelat pada Jumat (26/6). Pada tahun kedua ini, Bupati Awards mengalami perluasan signifikan. Jika sebelumnya hanya terdapat sembilan kategori, kini bertambah menjadi 14 kategori. Itu karena masih banyak potensi lokal yang belum terwadahi.
Show Director SIA Karya Arindama, Seldi Priambodo menjelaskan, ekspansi kategori dilakukan untuk menjangkau sektor-sektor yang selama ini luput dari perhatian publik. Seperti ketahanan pangan, pelestarian komoditas lokal, hingga pemberdayaan pemuda dan perempuan.
"Dengan kategori baru ini, harapannya mereka bisa muncul dan memberi dampak lebih luas," kata Seldi.
Kegiatan tersebut akan dihelat pada Jumat (26/6). Pada tahun kedua ini, Bupati Awards mengalami perluasan signifikan. Jika sebelumnya hanya terdapat sembilan kategori, kini bertambah menjadi 14 kategori. Itu karena masih banyak potensi lokal yang belum terwadahi.
Show Director SIA Karya Arindama, Seldi Priambodo menjelaskan, ekspansi kategori dilakukan untuk menjangkau sektor-sektor yang selama ini luput dari perhatian publik. Seperti ketahanan pangan, pelestarian komoditas lokal, hingga pemberdayaan pemuda dan perempuan.
"Dengan kategori baru ini, harapannya mereka bisa muncul dan memberi dampak lebih luas," kata Seldi.
Baca Juga: Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji Tersangka Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa, Kerugian Negara Lebih Rp 1 Miliar
Sejumlah kategori baru yang ditambahkan antara lain penghargaan bagi perempuan inspiratif, petani inovatif, wirausaha muda, hingga kelompok peternak mandiri. Bahkan, perhatian khusus diberikan pada pelestari komoditas lokal yang mulai langka, seperti ayam kedu, domba ekor pendek, dan buah kesemek khas Magelang.
Dia menegaskan, penilaian tidak hanya berbasis proposal, tetapi juga melihat rekam jejak nyata para peserta. Mulai dari jejak digital, aktivitas di lapangan, hingga dampaknya ke masyarakat akan diverifikasi langsung.
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan disaring hingga lima besar di tiap kategori. Mereka kemudian diminta mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri, sebelum dilakukan verifikasi lapangan.
Sejumlah kategori baru yang ditambahkan antara lain penghargaan bagi perempuan inspiratif, petani inovatif, wirausaha muda, hingga kelompok peternak mandiri. Bahkan, perhatian khusus diberikan pada pelestari komoditas lokal yang mulai langka, seperti ayam kedu, domba ekor pendek, dan buah kesemek khas Magelang.
Dia menegaskan, penilaian tidak hanya berbasis proposal, tetapi juga melihat rekam jejak nyata para peserta. Mulai dari jejak digital, aktivitas di lapangan, hingga dampaknya ke masyarakat akan diverifikasi langsung.
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan disaring hingga lima besar di tiap kategori. Mereka kemudian diminta mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri, sebelum dilakukan verifikasi lapangan.
Baca Juga: Molor! Pemohon Keluhkan Pengajuan Izin PBG Lambat, Harus Nunggu 2,5 Tahun: Ini Kata Hasto Wardoyo
Menariknya, Bupati Awards 2026 juga menghadirkan satu kategori penghargaan khusus yang sarat nilai sejarah. Pemkab akan memberikan penghargaan kepada pemilik atau ahli waris rumah-rumah warga yang pernah menjadi markas pemerintahan saat masa gerilya pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948–1949.
"Ini bentuk penghormatan kepada mereka yang jasanya besar, tapi belum banyak diketahui publik," paparnya. (aya)
Menariknya, Bupati Awards 2026 juga menghadirkan satu kategori penghargaan khusus yang sarat nilai sejarah. Pemkab akan memberikan penghargaan kepada pemilik atau ahli waris rumah-rumah warga yang pernah menjadi markas pemerintahan saat masa gerilya pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948–1949.
"Ini bentuk penghormatan kepada mereka yang jasanya besar, tapi belum banyak diketahui publik," paparnya. (aya)