Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Terus Bertambah, Hotel dan Homestay di Sekitar Candi Borobudur Ludes Dipesan Wisatawan saat Waisak

Naila Nihayah • Selasa, 2 Juni 2026 | 03:30 WIB
Lampion Waisak
Lampion Waisak

 

 

MUNGKID - Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur tidak hanya menghadirkan suasana spiritual, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. Lonjakan kunjungan umat Buddha dan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara mendorong perputaran ekonomi yang signifikan, terutama di sektor perhotelan dan UMKM.

Ketua Umum DPP Walubi, Siti Hartati Murdaya membenarkan, perkembangan sektor pariwisata religi di Borobudur turut mendorong pertumbuhan usaha warga, khususnya homestay. Menurutnya, kapasitas penginapan yang tersedia kerap tidak mampu menampung jumlah umat yang datang.

Kondisi ini, kata dia, bahkan memicu tumbuhnya hotel-hotel baru di wilayah Magelang.

Baca Juga: CV dan PT Umum Tak Lagi Nikmati PPh Final UMKM 0,5 Persen, Simak Aturan PP Nomor 20 Tahun 2026 Yang Baru Dikeluarkan Pemerintah

"Tapi saat Waisak, jumlahnya tetap belum cukup menampung seluruh pengunjung," katanya, Minggu (31/5) malam.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang Usep Syarifudin menyebut, dalam tiga tahun terakhir, tingkat hunian hotel saat Waisak selalu mencapai kapasitas maksimal. "Setiap Waisak pasti penuh. Bahkan sering kekurangan kamar karena permintaan jauh lebih tinggi," ujarnya.

Menurut Usep, tingginya permintaan tidak hanya berasal dari umat yang mengikuti rangkaian ibadah. Tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan atmosfer perayaan, khususnya tradisi pelepasan lampion di Borobudur.

Baca Juga: Dishub DIY Perketat Pengawasan bagi Bus Wisata untuk Kurangi Kepadatan Lalu Lintas di Area Kota Jogja

Menjelang malam puncak, kawasan Borobudur kembali dipadati pengunjung. Banyak di antaranya rela datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik menyaksikan pelepasan lampion."Sekarang banyak yang datang karena ingin ikut euforia lampion. Itu yang membuat permintaan kamar melonjak," sambungnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyebut, kondisi ini sebagai dampak langsung dari tingginya antusiasme warga terhadap perayaan Waisak. "Semua penginapan dan homestay di sini penuh," paparnya saat dharmasanti.

Baca Juga: Polres Kulon Progo Buru Pemuda Yang Ngaku Resmob Kulon Progo, Pamer Senjata Api dan Gasak Puluhan Rokok di Minimarket

Kondisi itu tentu memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di sekitar Borobudur. Tidak hanya sektor akomodasi, geliat ekonomi juga terasa di lapangan. Pedagang makanan, cendera mata, hingga jasa transportasi lokal menikmati peningkatan pendapatan.

Sumarno menilai, antusiasme yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata di kawasan tersebut. "Harapannya, ini bisa memicu peningkatan kunjungan wisata ke Borobudur ke depan," terangnya.
(aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #waisak #phri #lampion #walubi