Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Balon Udara Warnai Langit Candi Ngawen Magelang, Jadi Magnet Waisak 2570 BE dalam BPF 2026

Naila Nihayah • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:22 WIB
MENARIK: Warga berdondong-bondong memadati kawasan Candi Ngawen untuk menyaksikan balon udara, Minggu (31/5/2026). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA) 
MENARIK: Warga berdondong-bondong memadati kawasan Candi Ngawen untuk menyaksikan balon udara, Minggu (31/5/2026). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA) 

 MUNGKID - Puluhan balon udara warna-warni menghiasi langit kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, dalam rangkaian Bhumi Mandala Festival yang menjadi bagian dari perayaan Waisak 2570 BE/2026. Kegiatan ini sekaligus masuk dalam agenda Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.

Sejak pagi buta, warga dari berbagai daerah sudah memadati area sekitar lapangan. Sebagian duduk di pematang sawah, sebagian lain berdiri berdesakan di tepi lokasi penerbangan. Tidak lupa, mereka sibuk mengabadikan momen itu dengan ponsel.

Ketua Panitia BPF 2026, Jeffry Yunus mengutarakan, pertunjukan balon udara menjadi satu daya tarik utama dalam festival tahun ini. Sekitar 25 balon udara yang dibawa oleh komunitas balon udara dari Wonosobo tampil, menghadirkan panorama unik dengan latar cagar budaya dan suasana pagi yang sejuk.

"Puluhan balon udara warna-warni menghiasi langit dan berpadu dengan kemegahan situs budaya," ujar Jeffry, Minggu (31/5/2026).

Dia menegaskan, BPF 2026 bukan sekadar festival biasa. Melainkan ruang perjumpaan global yang mempertemukan berbagai budaya, agama, komunitas, dan pemimpin dari berbagai negara. Melalui tema 'One Light, One World', festival ini ingin menegaskan bahwa seluruh umat manusia berbagi satu cahaya kehidupan yang sama.

Baca Juga: Gunakan Benih Padi Varietas Bridantara 8, produktivitas Padi Gapoktan di Bantul Meningkat Hingga 11,6 Ton Per Hektare  

Sementara itu, perwakilan komunitas Surya Jiwan dari Wonosobo, Ahmad Agung Izulhaq menyebut, telah membawa 25 balon udara yang berasal dari berbagai kecamatan di Wonosobo. Namun, pada pelaksanaan di lapangan, hanya sekitar 20 balon yang diterbangkan.

"Lima balon kami siapkan sebagai cadangan, jika ada kendala atau kerusakan saat penerbangan," paparnya.

Balon-balon tersebut mengusung beragam tema, mulai dari nuansa nusantara, klasik, hingga seni modern. Dengan diameter rata-rata sekitar 16 meter, balon udara ini diterbangkan dengan ketinggian maksimal 30 meter dalam kondisi normal. Namun, faktor cuaca menjadi penentu utama.

"Kalau angin kurang stabil seperti sekarang, biasanya hanya bisa naik sekitar 10 meter. Lokasinya juga kurang luas," jelas Agung.

Baca Juga: Radioterapi Canggih Kini Lebih Mudah Diakses, PasienJKN: Pelayanannya Cepat dan Membantu

Dia mengaku, ada perubahan teknologi dalam proses penerbangan balon udara. Jika sebelumnya menggunakan metode tradisional, kini komunitas lebih memilih menggunakan gas elpiji karena dinilai lebih efisien.

"Dulu bisa sampai setengah jam untuk menerbangkan balon. Sekarang dengan (gas) elpiji, sekitar 10 menit sudah bisa terbang," terangnya.

Kebutuhan bahan bakar pun, kata dia, menyesuaikan kondisi angin. Untuk penerbangan pagi hari, satu tabung gas umumnya cukup, sementara jika berlangsung lebih lama bisa membutuhkan hingga dua tabung.

Dari sisi produksi, balon udara ini bukan dibuat secara instan. Agung menyebut, satu balon bisa memakan waktu hingga tiga bulan pengerjaan, menggunakan bahan utama kertas minyak.

"Sebagian kertas kami dapat dari Brazil, hasil tukar dengan peserta festival luar negeri," tambahnya.

Baca Juga: Langganan Juara, Prestasi Akademik Tetap Digenjot: SMPN 1 Saptosari Buka Kelas Olahraga untuk Bina Atlet Pelajar

Warga Kecamatan Dukun, Bayu Sapta mengaku sengaja datang kembali setelah tahun sebelumnya juga menghadiri acara serupa. Dia mengatakan, di Magelang sendiri belum ada kegiatan serupa dengan menerbangkan balon udara.

"Ini momentum langka, jadi sayang kalau dilewatkan. Wajar kalau warga sangat antusias meskipun harus berdesak-desakan," sebutnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Magelang #Wisata #waisak #Balon Udara #balon