KEBUMEN - Sentra penggilingan daging di Pasar Pagi Kebumen mendadak ramai pasca perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Setiap ruko penggilingan daging yang berjejer di kawasan tersebut tampak dipadati warga. Mereka datang hanya untuk mengolah daging kurban menjadi bakso.
Antrean warga terlihat sejak pagi hari. Mereka datang dengan rasa sabar demi mendapatkan bakso yang diinginkan. Tampak para pekerja dengan terampil mengolah daging kurban menjadi bakso sesuai selera pelanggan. Butuh waktu setidaknya 10-15 menit untuk mengolah satu paket daging berisi sekitar satu kilogram.
Seorang warga Desa Argopeni, 52, Samsiati, mengaku sengaja menggiling daging kurban menjadi bakso karena salah satu menu makanan favorit keluarganya.
Selain itu daging kurban sengaja digiling agar lebih mudah diolah dan disimpan. "Misal dibuat rendang terus bosen. Kalau bakso, anak-anak lebih suka," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (19/5).
Pengelola jasa penggilingan daging Amelia Desi Rahmawati, 32, mengaku jumlah pelanggan pasca Idul Adha meningkat tajam jika dibanding hari biasa. Bahkan sudah dua hari ini tempatnya mampu mengolah hampir 1,5 kuintal daging untuk digiling.
Selain pengolahan daging, usahanya juga laris untuk mencukupi kebutuhan bumbu bakso. "Peningkatan pesanan naik dari hari pertama lebaran kurban. Normalnya itu paling dapat 100 kilogram, sekarang Alhamdulillah," katanya.
Amelia mengatakan,meningkatnya aktivitas penggilingan daging sudah menjadi tradisi masyarakat setiap lepad Idul Adha. Banyak warga memilih mengolah daging kurban menjadi bakso karena dinilai praktis dan tahan lama.
Ia memprediksi ramainya sentra penggilingan daging diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. "Lihat lebaran tahun lalu seminggu masih ramai. Tahun ini mungkin sama," ucapnya. (fid)