KEBUMEN - Operasi pencarian terhadap pelajar madrasah yang hilang di Pantai Entak, Kecamatan Ambal dinyatakan ditutup. Penutupan operasi SAR ini setelah dilakukan upaya pencarian selama sepekan, namun tak kunjung membuahkan hasil.
Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono menyatakan, pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan menyisir area laut maupun pesisir di sekitar lokasi kejadian. Berbagai unsur terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari tim SAR BPBD, Basarnas Cilacap, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.
"Tim sudah berupaya sedemikian rupa, dengan sumber daya yang ada. Baik lewat darat maupun dari laut," ucapnya, kepada Radar Jogja, Kamis (28/5).
Meski operasi SAR resmi ditutup, masyarakat dan nelayan diminta segera melapor apabila menemukan tanda keberadaan korban di kawasan pantai selatan Kebumen.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak nekat mandi di laut, mengingat kondisi gelombang pantai selatan sulit diprediksi. "Meskipun operasi SAR sudah ditutup, semoga pada saatnya nanti ada informasi tentang korban," kata Udy.
Koordinator operasi SAR Rowidin menyampaikan, setelah dilakukan selama sepekan proses pencarian terhadap pelajar yang hilang di kawasan Pantai Entak akhirnya dihentikan.
Baca Juga: Momentum Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging di Kulon Progo Laris Manis
Penutupan operasi SAR ini dilakukan sesuai standar operasional prosedur. "Sampai saat ini korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan dan unsur SAR telah kembali ke satuan masinh-masing," bebernya.
Sebelumnya, Rabu (20/5) dua pelajar yang masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) dilaporkan terseret ombak saat asyik mandi di Pantai Entak, Kecamatan Ambal. Dalam peristiwa itu satu korban berhasil diselamatkan setelah tergulung ombak, sedangkan satu korban lain bernama Dhuwi Rahmadhani dinyatakan hilang.
Adapun korban berhasil selamat yakni bernama Bintang. Keduanya diketahui berstatus pelajar pada sebuah madrasah di Kecamatan Ambal. (fid)
Editor : Heru Pratomo