KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memfasilitasi pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah di dua lokasi utama, yakni di Masjid Agung Kauman dan Alun-Alun Pancasila, Rabu (27/5). Meski dua lokasi tersebut jaraknya berdekatan, ibadah salat Idul Adha tetap berlangsung tertib dan khusyuk.
Ribuan warga tampak memadati kedua titik tersebut. Kantong parkir sekitar kawasan alun-alun penuh sesak dengan kendaraan jemaah yang berada di masjid maupun alun-alun. Guna menjamin kenyamanan jemaah, pemkab turut menyiapkan fasilitas berupa pengamanan, layanan kesehatan hingga kebersihan.
Di alun-alun, para jemaah salat terlihat memadati pelataran sisi utara. Dengan beralaskan karpet dan sajadah, barisan saf salat tertata rapi dengan posisi memanjang dari ujung barat sampai timur. Sementara di Masjid Kauman, jemaah tampak membeludak hingga halaman masjid.
Baca Juga: Ketersediaan Hewan Kurban Nasional Surplus, Wamentan Sudaryono: Pasokan Aman
Adapun pelaksanaan salat id, baik di masjid maupun alun-alun dimulai pada pukul 06.30. Terdengar bacaan doa antar imam saling bersahutan karena salat berlangsung bersamaan. Di Masjid Kauman, bertindak sebagai imam salat KH Nasirudin Almansyur dan khatib KH Ashari Ahmad. Sedangkan di alun-alun, KH Ahmad Adib Amrulloh dipercaya sebagai imam dan KH Abd Rais selaku khatib.
Plh Kasi Binmas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Salim Wazdy menegaskan, pelaksanaan salat Idul Adha di masjid maupun lapangan terbuka tidak untuk menjadi bahan perdebatan. Dia pun menyatakan penggunaan tempat salat Id ditujukkan untuk kepentingan ummat, bukan organisasi tertentu. "Khilafiyah (perbedaan) sudah selesai. Di sinilah negara hadir untuk memberikan kenyamaan beribadah," ucap Salim kepada Radar Jogja.
Baca Juga: 10 KDMP di Kulon Progo Terima Bantuan Mulai dari Kendaraan Roda Tiga hingga Truk
Sebelum pelaksanaan, kata dia, antara Kemenag dan Pemkab bersama lintas sektor telah menggelar rapat koordinasi. Intinya dalam rapat tersebut membahas segala persiapan untuk mendukung kelancaran salat Idul Adha. Kemudian hasilnya diputuskan untuk memfasilitasi dua lokasi pelaksanaan salat id. "Di rapat juga diundang perwakilan dari Masjid Agung, kami sepakat mulai salat itu jam 06.30, maka tadi salat bareng," kata Salim.
Dalam khutbahnya, Kiai Abd Rais mengajak jemaah salat untuk menurunkan ego dalam diri masing-masing. Dia juga mengajak untuk meneladani perjalanan hidup Nabi Ibrahim dari sisi spiritual dan sosial. Menurutnya, menyembelih hewan kurban menjadi simbol keikhlasan sekaligus kepatuhan. Kurban juga memiliki nilai kematangan iman. "Kurban itu bukan soal darah dan daging, tapi ada kepedulian dengan dasar ketakwaan," ucapnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita