KEBUMEN - Pesantren Nurul Falah, Desa Jabres, Kecamatan Sruweng menerima sapi kurban bantuan presiden (banpres). Kehadiran sapi jenis limosin dengan bobot nyaris satu ton ini disambut antusias para santri dan warga sekitar.
Pengasuh Pesantren Nurul Falah Muhammad Badar Hasbullah mengatakan, sudah dua tahun terakhir tempatnya selalu menerima sapi kurban banpres. Dia bersyukur karena kalangan pesantren tak luput dari perhatian presiden setiap momentum perayaan Hari Raya Idul Adha. "Di sini ada 405 santri plus ketambahan guru. Daging kurban dari Pak Presiden diolah bareng-bareng (oleh para santri, Red)," ungkapnya Rabu (27/5).
Kiai muda ini menjelaskan, perayaan Idul Adha dapat diartikan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan kepedulian antarsesama. Dia mengatakan, adanya sapi kurban dari presiden tersebut juga cukup bermanfaat, baik untuk santri maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. "Bagi masyarakat dan santri ini sangat berarti. Setelah selesai semua, daging akan langsung dibagikan," jelasnya.
Kehadiran sapi berukuran jumbo tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat. Mereka datang karena rasa penasaran untuk melihat langsung sapi pemberian presiden. Adapun prosesi penyembelihan sapi dilakukan oleh pemuka agama setempat.
Baca Juga: Robohkan Sapi Hanya 19 Detik, RPH Giwangan Sembelih Ratusan Hewan Kurban di Momen Idul Adha
Suasana gotong royong terlihat saat santri ikut membantu persiapan penyembelihan hewan kurban bersama warga. Besarnya ukuran sapi juga sempat membuat santri kewalahan. Meski begitu, mereka tampak tetap bersemangat selama proses penyembelihan hingga pengemasan daging kurban berlangsung.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kebumen Solatun mengatakan, Kabupaten Kebumen selalu menjadi sasaran pemberian hewan kurban presiden. Menurutnya, tingginya antusias pada momentum kurban tersebut menunjukkan program bantuan presiden dapat diterima masyarakat.
Dia menaruh harapan, ke depan banyak hewan kurban pemberian presiden dikirim ke Kebumen. "Pak Presiden itu sulit melupakan Kebumen karena orang tuanya lahir di sini. Kami ikut bangga," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita