Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

17 Ribu Warga Terima Manfaat Kurban Muhammadiyah Magelang, Animo Berkurban Dinilai Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Ekonomi

Naila Nihayah • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:00 WIB
SIMBOLIS: Penyerahan sapi kurban kepada wali Kota Magelang usai salat Idul Adha, Rabu (27/5). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
SIMBOLIS: Penyerahan sapi kurban kepada wali Kota Magelang usai salat Idul Adha, Rabu (27/5). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, animo masyarakat untuk berkurban di Kota Magelang justru tidak surut. Tahun ini, distribusi hewan kurban yang dikelola Muhammadiyah Kota Magelang menjangkau sekitar 17 ribu penerima manfaat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang Prof Muhammad Rifqi menyebut, jumlah penerima manfaat tersebut berasal dari akumulasi distribusi daging kurban di berbagai titik pelaksanaan. Mulai dari ranting, amal usaha Muhammadiyah (AUM), hingga Lazismu.

"Ini masih akan kami hitung ulang lebih rinci, dengan estimasi tiap bagian daging sekitar 1 sampai 1,5 kilogram," ujarnya, Rabu (27/5).

Jumlah tersebut, kata dia, tidak lepas dari besarnya partisipasi warga Muhammadiyah dalam berkurban tahun ini. Berdasarkan data sementara, total hewan kurban yang dihimpun mencapai 108 ekor dan dua bagian sapi, serta 257 ekor kambing.

Baca Juga: 10 KDMP di Kulon Progo Terima Bantuan Mulai dari Kendaraan Roda Tiga hingga Truk

Rinciannya, di tingkat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) terkumpul 24 ekor sapi dan empat bagian sapi, serta 72 ekor kambing. Sementara di lingkungan AUM, terhimpun 45 ekor sapi dan dua bagian sapi, serta 167 ekor kambing.

Adapun Lazismu menghimpun 38 ekor sapi dan tiga bagian sapi, serta 18 ekor kambing. Distribusi hewan kurban tersebut tersebar di 26 titik penyelenggaraan salat Idul Adha di Kota Magelang. Selain sebagai pusat ibadah, titik-titik tersebut juga menjadi basis pengelolaan dan penyaluran daging kurban kepada masyarakat.

Menurut Rifqi, besarnya jumlah penerima manfaat menunjukkan bahwa kurban tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas. Terutama bagi kelompok masyarakat yang jarang mengakses protein hewani dalam keseharian.

Baca Juga: Borneo FC Capai Kesekatapan dengan Pelatih Mauro Jeronimo, Berpisah dengan Fabio Lefundes Setelah Finis Sebagai Runner Up?

"Ini bukan sekadar angka. Ada ribuan warga yang merasakan manfaat langsung dari kurban, terutama mereka yang membutuhkan," bebernya.

Dia melanjutkan, capaian ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang oleh banyak pihak dinilai sedang melambat. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta mengurangi minat masyarakat untuk berkurban.

"Secara makro, ekonomi memang sedang menurun, tetapi masyarakat masih bisa berkurban. Artinya, semangat beribadah tidak menyurut," lontarnya.

Fenomena ini, lanjut Rifqi, mencerminkan kurban tidak semata dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tetapi juga oleh kesadaran religius dan kepercayaan terhadap lembaga pengelola. Dalam konteks ini, profesionalisme pengelolaan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan para shohibul kurban.

Rifqi menekankan, Muhammadiyah berupaya meningkatkan tata kelola kurban dari tahun ke tahun, termasuk dalam hal pendataan, dokumentasi, hingga distribusi. Upaya ini dilakukan agar proses ibadah tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga akuntabel secara organisasi.

"Harapannya, para shohibul kurban merasa lega dan semakin percaya untuk menitipkan kurbannya," terangnya.

Ke depan, Muhammadiyah Kota Magelang menargetkan jumlah hewan kurban dan penerima manfaat terus meningkat. Tidak hanya sebagai bentuk syiar keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan peran sosial organisasi di tengah masyarakat. (aya)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#daging kurban #kurban #Muhammadiyah #penerima manfaat #Kota Magelang