MUNGKID - Upaya pencarian terhadap seorang pencari ikan yang hanyut di Sungai Progo, berakhir duka. Ahmad Rohadi, 27 warga Dusun Pucungan, Candirejo, Borobudur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang terseret arus sungai pada Minggu (24/5).
Korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.00, di aliran Sungai Progo. Tepatnya di wilayah Bogo, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 8 kilometer (km) dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Kapolsek Borobudur AKP Anjar Prahasto menjelaskan, peristiwa ini bermula dari kecelakaan air yang terjadi pada Minggu (24/5) sekitar pukul 14.00 di Dusun Kretek. Saat itu, korban tengah menjala ikan bersama saudaranya.
Baca Juga: Liburan Makin Seru, Ini 5 Hotel di Banyuwangi Dengan Pemandangan yang Indah!
Keduanya pun hendak kembali dengan menyeberangi sungai. Saudaranya berhasil menyeberang lebih dulu, kemudian korban menyusul. "Namun saat berada di tengah aliran, korban diduga tidak kuat menahan derasnya arus hingga akhirnya hanyut," jelasnya, Selasa (26/5).
Setelah kejadian, upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat hingga sore hari. Namun, korban belum berhasil ditemukan pada hari pertama.
Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Progo hingga lintas wilayah. Hasilnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kulon Progo. "Pihak keluarga juga sudah menyaksikan langsung proses identifikasi," ujar Anjar.
Dia menambahkan, identitas korban dipastikan berdasarkan keterangan perangkat desa serta ciri-ciri fisik yang dikenali oleh pihak keluarga dan aparat setempat. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR yang sebelumnya direncanakan berakhir pada sore hari, resmi ditutup lebih cepat. "Semula operasi direncanakan ditutup pukul 16.00, namun karena korban sudah ditemukan lebih awal, maka penutupan juga dilakukan lebih cepat," tambahnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo