Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hapus Stigma Konflik, Ribuan Warga PSHT Sragen Ikrar Damai Jelang Suro

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB
Ribuan warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun ikrar damai di Padepokan Cabang di Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Minggu (24/5).  ISTIMEWA
Ribuan warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun ikrar damai di Padepokan Cabang di Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Minggu (24/5). ISTIMEWA

 

 

SOLO - Menepis kekhawatiran publik soal potensi gesekan horizontal yang kerap mewarnai tradisi bulan Suro, ribuan pendekar turun gunung untuk menyuarakan perdamaian.

​Tak kurang 5.000 warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen, Pusat Madiun, memadati Padepokan Cabang di Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Minggu (24/5).

Mereka menyatukan suara dalam sebuah Deklarasi Damai demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Sragen tetap adem ayem. ​

Baca Juga: Pelajar 14 Tahun Beli Sajam Secara Online, Tidak Ditahan, Hanya Dilakukan Pembinaan

Acara yang berlangsung massal tersebut berjalan dengan sangat tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat unsur pengamanan terkait.

Deklarasi ditutup dengan pembacaan komitmen bersama, sebuah janji setia para pendekar untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Sragen.

​Koordinator Deklarasi Damai Budi Suratno menegaskan bahwa aksi massa ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul atau seremonial belaka. 

Baca Juga: Ribuan Warga Serbu Baksos Waisak di Borobudur, Bisa Skrining TBC hingga Terapi Energi

Ini adalah bentuk komitmen konkret dan kepedulian nyata para pendekar terhadap keamanan daerah.

​Langkah ini diambil menyusul dinamika di beberapa daerah yang belakangan sempat menghangat akibat konflik antarperguruan maupun gesekan sosial.


PSHT Sragen tak ingin riak-riak negatif tersebut menular ke wilayah mereka

. ​"Kami ingin menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya di Kabupaten Sragen menjelang Bulan Suro.

 Ini antisipasi agar potensi konflik bisa diredam sedini mungkin," ujar Budi di sela-sela kegiatan.

Baca Juga: Jogja Run D-City Riuhkan Kota Jogja, Tiket Lomba Dialokasikan untuk Beasiswa Pelajar Berprestasi

​Bagi PSHT, bulan Suro adalah momentum sakral untuk berefleksi dan memperkuat tali persaudaraan, bukan justru menjadi pemicu gesekan sosial. 

Budi berharap seluruh warga PSHT mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur organisasi dalam kehidupan sehari-hari; menghormati sesama dan menjaga ketenangan masyarakat.

​"Tujuan utamanya jelas, agar Sragen tetap aman, nyaman, dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang tanpa ada rasa waswas," imbuhnya.

​Di sisi lain, momentum ini juga menjadi penegasan internal organisasi.

Di hadapan ribuan massa yang hadir, ditegaskan kembali bahwa PSHT Cabang Sragen tegak lurus berada di bawah kepemimpinan Kangmas H. Isoebijantoro, S.H. selaku Ketua Dewan Pusat dan Kangmas R. Moerdjoko H.W. sebagai Ketua Umum Pusat Madiun. 

Satu komando ini diharapkan membuat barisan organisasi semakin solid dan tertib. (din/laz)

 

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pendekar #PSHT #kamtibmas