KEBUMEN - Hingga memasuki hari keempat, proses pencarian pelajar madrasah di Pantai Entak, Kecamatan Ambal belum membuahkan hasil. Kondisi ini memaksa tim SAR gabungan untuk memperluas area pencarian.
Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 2,5 kilometer ke arah barat dan timur. Tim SAR gabungan yang terbagi menjadi tiga regu fokus menyisir permukaan air laut dengan menggunakan perahu karet. Selain itu upaya pencarian dilakukan melalui darat. "Upaya memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian," jelas Koordinator Tim SAR Gabungan, Rowidin Minggu (24/5).
Diungkapkan, kondisi cuaca di lokasi kejadian cerah berawan, sehingga pelaksanaan operasi pencarian berjalan aman dan lancar. Meski begitu, upaya pencarian korban akan terus dilakukan dengan memperhatikan standar prosedur berlaku. "Radius pencarian sejauh 3 Nautical Mile (NM)," bebernya.
Sebelumnya, dua pelajar yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) dilaporkan terseret ombak Pantai Entak, Kecamatan Ambal Rabu (20/5). Dalam peristiwa itu satu korban berhasil diselamatkan setelah tergulung ombak, sedangkan satu korban lain dinyatakan hilang. Korban diketahui masing-masing bernama Dhuwi Rahmadhani, 16, dan Bintang, 16.
Baca Juga: Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah, Perajin Batik Kayu Krebet Pilih Tak Naikkan Harga Produk
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, berdasar hasil asesmen di lokasi, korban sebelumnya datang ke pantai bersama rekannya sekitar pukul 15.00. Mereka memutuskan untuk mandi di pantai yang selama ini bukan menjadi tempat objek wisata. Berselang satu jam, tak disangka ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret dua korban.
Melihat kejadian itu, rekan korban berlari ke arah timur menuju Pantai Mliwis untuk meminta pertolongan warga. Saat kembali ke lokasi kejadian, korban bernama Bintang berhasil menepi ke bibir pantai, sedangkan Dhuwi Rahmadhani diduga hilang terseret arus. "Lokasi itu disebut bukan obyek wisata dan relatif sepi pengunjung," ungkap Putu. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita