MUNGKID - Pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Windusari dan Bandongan akhirnya rampung setelah bertahun-tahun terputus. Warga kini tidak lagi melintasi jalur sungai. Infrastruktur itu dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Sekretaris Desa Gondangrejo, Ahmad Fauzi mengutarakan, jembatan yang dibangun sepanjang 8,7 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 5,5 meter. Selama lebih dari satu dekade, warga setempat harus menghadapi keterbatasan akses, terutama sejak jembatan bambu yang pernah ada hanyut diterjang banjir pada 2014.
Dia mengatakan, sejak saat itu warga terpaksa menyeberangi sungai secara langsung atau memutar jauh untuk mencapai wilayah seberang. Kondisi tersebut semakin berisiko saat musim hujan ketika debit air meningkat.
"Kalau air besar, warga tidak berani menyeberang. Akhirnya harus memutar sampai sekitar tujuh kilometer," ujarnya, Kamis (21/5).
Situasi itu, kata dia, tidak hanya menyulitkan aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak pada akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta distribusi hasil ekonomi masyarakat.
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman menyebut, keberadaan jembatan baru ini akan memangkas jarak tempuh secara signifikan. Sekaligus membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.
"Jembatan ini menghubungkan dua desa dan dua kecamatan. Manfaatnya besar, baik untuk ke sekolah, berobat, maupun kegiatan ekonomi warga," katanya.
Dengan lebar mencapai 4 meter, jembatan tersebut dirancang dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk, meskipun pemanfaatan maksimal masih menunggu penguatan struktur secara bertahap. Keberadaan jembatan ini juga dinilai berpotensi mendorong pengembangan wilayah, termasuk sektor pariwisata.
"Potensi alam di sini sangat besar. Kalau akses sudah terbuka, peluang pengembangan wisata juga semakin terbuka," bebernya.
Baca Juga: Sudah Dicabut Izinnya, Tempat Karaoke di Kulon Progo Beroperasi Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang David Rudiyanto menilai, keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi faktor penting yang mempercepat penyelesaian proyek. Meski jembatan telah rampung, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Dia menuturkan, akses jalan di sisi kanan dan kiri jembatan masih membutuhkan penanganan lanjutan agar konektivitas benar-benar optimal. Pemkab, kata David, membuka kemungkinan pengusulan lanjutan melalui skema bantuan keuangan khusus.
Program TMMD sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar peningkatan kapasitas masyarakat. Selama pelaksanaan di Windusari, sejumlah kegiatan nonfisik turut digelar, mulai dari penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga edukasi kesehatan. (aya)
Editor : Heru Pratomo