Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UMNU Kebumen Bangun Kampus Modular, Pangkas Biaya hingga 30 Persen, Lebih Efektif dan Efisien

Muhammad Hafied • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:12 WIB
INOVASI : Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi meninjau langsung proses pembangunan sarana dan prasarana kampus yang menggunakan sistem modular. (Dokumentasi UMNU Kebumen)
INOVASI : Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi meninjau langsung proses pembangunan sarana dan prasarana kampus yang menggunakan sistem modular. (Dokumentasi UMNU Kebumen)

KEBUMEN - Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen mulai melakukan terobosan dalam pengembangan sarana dan prasarana kampus. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan bangunan berbasis modular yang dinilai jauh lebih efektif dan efisien ketimbang bangunan konvensional.

Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi mengatakan, kampusnya akan menjadi pelopor pertama di Kebumen yang menggunakan bangunan modular.

Inovasi rancang bangun ini diambil sebagai jawaban atas kebutuhan layanan akademik yang dituntut serba cepat dan efisien. Bangunan modular sengaja dipilih karena proses pengerjaan relatif singkat, ekonomis dan dapat disesuaikan kebutuhan ruang. 

"Dari hasil analisis, bisa pangkas biaya sampai 30 persen dari bangunan pada umumnya. Hemat waktu 80 persen karena tinggal rakit," katanya kepada Radar Jogja, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Salah Paham Berujung Bacok di Magelang, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam

Bagi Imam, perguruan tinggi tidak perlu terjebak pada keberadaan bangunan gedung mewah dan serba mahal. Justru, hal terpenting baginya memastikan kualitas layanan akademik dengan memperhatikan basis teknologi.

Oleh karena itu, UMNU Kebumen per hari ini lebih memilih fokus berinvestasi ke ruang digital sebagai aset optimalisasi layanan akademik. "Madzhab kami ke depan bukan soal gedung mewah, kami fokus layanan akademik dan peningkatan SDM," ucapnya.

Saat ini, lanjut Imam, UMNU Kebumen sedang menyelesaikan sejumlah bangunan modular sebagai pusat layanan akademik. Dalam proses tersebut pihaknya melibatkan para mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Sipil dengan didampingi dosen serta instruktur profesional di bidangnya.

Baca Juga: Salah Paham Berujung Bacok di Magelang, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam

Adapun komponen bangunan tersebut sengaja didatangkan khusus dari China. "Mahasiswa ikut terjun langsung. Justru ini menjadi panggung praktik bagi mereka," katanya.

Kepala Program Studi Teknik Sipil UMNU Kebumen Dwiyono Waluyo mengatakan, bangunan modular dipilih karena memiliki banyak keunggulan. Selain mampu menekan waktu pengerjaan dan biaya, konsep bangunan tersebut juga dirancang kedap suara, tahan panas hingga tahan api.

Keunggulan lain yakni lebih fleksibel karena dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, Rektor UPNVY Siap Surati Kementerian untuk Pecat Dosen Pelaku Kekerasan Seksual

Dwiyono menyatakan, bangunan berbasis modular ini menjadi pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur pendidikan.

Dari segi fungsional dan kegunaan menurutnya juga tidak jauh beda dengan bangunan konvensional. "Prinsip engineering itu umum. Tapi ini sifatnya knock down. Nanti juga bisa dilengkapi AC dan wifi," tambahnya. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#umnu kebumen #Kampus Modular #Pangkas Biaya #bangunan konvensional #kebumen