Direktur Utama PT BPR Bank Bapas 69 Magelang Rohmad Widodo menyebut, angka tiga ribu transaksi per bulan sebagai tahap awal yang realistis dalam masa pengenalan program.
Program ini, kata dia, menempatkan ASN sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi lokal. Melalui skema ini, ASN diarahkan untuk membelanjakan sebagian penghasilannya di warung tetangga atau pelaku UMKM sekitar tempat tinggalnya.
Untuk mendukung kemudahan transaksi, program ini memanfaatkan aplikasi STUPA, layanan keuangan digital berbasis uang elektronik hasil kerja sama Bank Bapas 69 dengan PT Bimasakti Multi Sinergi.
Melalui aplikasi ini, transaksi dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS. Sehingga memudahkan pencatatan sekaligus memperluas akses ke sistem keuangan digital.
Rohmad menambahkan, Disdagkop UKM bekerja sama dengan Bank Bapas 69 untuk memastikan pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan sistem yang baru. Tidak hanya itu, dukungan pembiayaan juga disiapkan.
Bagi pelaku UMKM yang telah terintegrasi dalam sistem, tersedia akses kredit berbunga ringan, bahkan berpotensi tanpa bunga melalui skema subsidi pemerintah daerah.
Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, digitalisasi menjadi kunci agar transaksi lebih praktis dan transparan.
Saat ini, ekosistem pendukung sudah mulai terbentuk. Tercatat lebih dari 1.600 UMKM tergabung dalam platform, dengan sekitar 300 merchant telah menggunakan QRIS.
Selain mendorong transaksi, pemerintah juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku usaha yang terlibat. Proses ini meliputi pendaftaran, kurasi usaha, hingga penggunaan aplikasi.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, program ini berangkat dari kesadaran, bukan kewajiban. Tidak ada batas minimal maupun maksimal belanja yang ditentukan.
Pendekatan tersebut, dipilih agar gerakan ini tumbuh secara organik dan tidak membebani ASN. Sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas.
Jika efektif, program ini akan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Magelang. "Kalau sistemnya sederhana, tepat, cepat, dan tidak menyusahkan, nanti akan kita launching secara luas," bebernya.
Program ini dirancang sebagai gerakan sosial-ekonomi berbasis keteladanan. Grengseng berharap, kebiasaan belanja ASN di warung tetangga dapat menular ke masyarakat luas.