Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Targetkan 3.000 Transaksi per Bulan, ASN Magelang Didorong Belanja di Warung Tetangga

Naila Nihayah • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:15 WIB
SIMULASI: Bupati Magelang bersama forkompimda saat berbelanja di Lapangan drh Soepardi, Rabu (20/5/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
SIMULASI: Bupati Magelang bersama forkompimda saat berbelanja di Lapangan drh Soepardi, Rabu (20/5/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA

MUNGKID - Program Blonjo Warung Tonggo yang digagas oleh Pemkab Magelang ditarget sedikitnya ada tiga ribu transaksi setiap bulan. Nilai transaksi bahkan diproyeksikan bisa menembus miliaran rupiah, seiring keterlibatan ASN sebagai motor penggerak utama.

Direktur Utama PT BPR Bank Bapas 69 Magelang Rohmad Widodo menyebut, angka tiga ribu transaksi per bulan sebagai tahap awal yang realistis dalam masa pengenalan program.
"Sementara kita targetkan tiga ribu transaksi per bulan. Kalau itu tercapai, nilainya bisa miliaran," ujarnya di Lapangan drh Soepardi, kemarin (20/5/2026).
Baca Juga: Genjot Kesadaran Cek dan Aktifkan Kepesertaan, 98 Persen Warga Magelang Sudah Terdaftar JKN tapi Belum Dianggap Aman

Program ini, kata dia, menempatkan ASN sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi lokal. Melalui skema ini, ASN diarahkan untuk membelanjakan sebagian penghasilannya di warung tetangga atau pelaku UMKM sekitar tempat tinggalnya.

Untuk mendukung kemudahan transaksi, program ini memanfaatkan aplikasi STUPA, layanan keuangan digital berbasis uang elektronik hasil kerja sama Bank Bapas 69 dengan PT Bimasakti Multi Sinergi.

Melalui aplikasi ini, transaksi dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS. Sehingga memudahkan pencatatan sekaligus memperluas akses ke sistem keuangan digital.
Baca Juga: Pendanaan Donor Menyusut, Pemprov DIY Cari Skema Baru Jaga Keberlanjutan Program HIV/AIDS, TB, dan Malaria

Rohmad menambahkan, Disdagkop UKM bekerja sama dengan Bank Bapas 69 untuk memastikan pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan sistem yang baru. Tidak hanya itu, dukungan pembiayaan juga disiapkan.

Bagi pelaku UMKM yang telah terintegrasi dalam sistem, tersedia akses kredit berbunga ringan, bahkan berpotensi tanpa bunga melalui skema subsidi pemerintah daerah.
"Kalau memungkinkan, untuk UMKM mikro bisa kita dorong kredit tanpa bunga dengan subsidi dari pemkab," terangnya.

Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, digitalisasi menjadi kunci agar transaksi lebih praktis dan transparan.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Kotabaru Terafiliasi Geng Vozter, Tertangkap di Safe House yang Sama dengan Pelaku Pembunuhan Pelajar Bantul

"Harapannya transaksi jadi lebih mudah dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat," paparnya.

Saat ini, ekosistem pendukung sudah mulai terbentuk. Tercatat lebih dari 1.600 UMKM tergabung dalam platform, dengan sekitar 300 merchant telah menggunakan QRIS.
Sementara pengguna aplikasi STUPA telah mencapai lebih dari 1.200 orang dan terus bertambah.

Selain mendorong transaksi, pemerintah juga menyiapkan pendampingan bagi pelaku usaha yang terlibat. Proses ini meliputi pendaftaran, kurasi usaha, hingga penggunaan aplikasi.
Baca Juga: Dinkes Kota Jogja Sebut Konsumsi Es Bisa Tularkan Hantavirus, Ini Alasannya

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, program ini berangkat dari kesadaran, bukan kewajiban. Tidak ada batas minimal maupun maksimal belanja yang ditentukan.
"Ini bentuk keteladanan dan kepeloporan untuk peduli terhadap ekonomi warga sekitar," katanya.

Pendekatan tersebut, dipilih agar gerakan ini tumbuh secara organik dan tidak membebani ASN. Sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas.
Saat ini, program masih dalam tahap awal atau soft launching yang diterapkan di tiga lokasi. Dalam waktu satu bulan, pemkab akan melakukan evaluasi untuk melihat dampak nyata di lapangan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Terjadi di Sewon, Petugas BPBD Bantul Sebut Penghuni Cium Kabel Terbakar sejak Sore

Jika efektif, program ini akan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Magelang. "Kalau sistemnya sederhana, tepat, cepat, dan tidak menyusahkan, nanti akan kita launching secara luas," bebernya.

Program ini dirancang sebagai gerakan sosial-ekonomi berbasis keteladanan. Grengseng berharap, kebiasaan belanja ASN di warung tetangga dapat menular ke masyarakat luas.
Dengan begitu, perputaran uangnya dapat memperkuat ekonomi berbasis komunitas. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#warung tetangga #tiga ribu transaksi #Pemkab Magelang #belanja #asn magelang