KEBUMEN - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melirik Kebumen sebagai titik lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Rencananya, akan ada dua makas Yon TP di Kebumen. Masing-masing di Kecamatan Buayan dan Kecamatan Sempor.
Dandim 0709/Kebumen Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan menyampaikan, proses pembangunan Yon TP sudah memasuki tahap persiapan. Setidaknya 50 hektare lahan di kawasan Perhutani bakal disiapkan untuk pembangunan markas batalyon secara keseluruhan.
"Itu perintah langsung Kemenhan, saya hanya mengkoordinasikan dengan pihak terkait," ucapnya selepas pertemuan dengan awak media Senin (18/5) malam.
Saat ini, kata Dandim, pembangunan Yon TP akan lebih dulu difokuskan di wilayah Kecamatan Buayan. Tepatnya di Desa Banyumudal. Di lokasi tersebut nantinya mampu menampung sedikitnya 1.050 prajurit TNI.
Rencananya, markas batalyon satuan baru di TNI Angkatan Darat tersebut akan mulai ditempati perkiraan pada bulan Agustus 2026 mendatang.
"Siswa yang sedang pendidikan ditampung di situ. Disiapkan baraknya, paling tidak untuk istirahat dulu," jelasnya.
Dijelaskan, program pembangunan Yon TP merupakan kebijakan strategis Kemenhan. Tujuannya untuk memperkuat pertahanan teritorial sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Kehadiran Yon TP ini memiliki konsep penguatan pertahanan tidak sekadat fokus pada aspek militer, tetapi juga mendukung pembangunan nasional melalui program ketahanan pangan.
"Di sana dinilai layak dan cocok. Semoga dengan batalyon akan meningkatkan perekonomian, paling tidak tentara belanja di situ," kata Dandim.
Baca Juga: Mengulik di Balik Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Sejarah dan
Terpisah, Camat Buayan Nur Wahyudi menyambut baik keberadaan Yon TP di wilayah Buayan. Secara geofrafis, pemilihan lokasi tersebut dinilai cocok dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Dia mengungkapkan sejauh ini masyarakat juga tidak keberatan dengan hadirnya Yon TP. "Warga senang, di sekitar lokasi jadi ramai. Merasa aman dengan hadirnya TNI," ujar Wahyudi, Selasa (19/5).
Menurutnya, dibukanya Yon TP secara otomatis akan membawa efek domino bagi perekonomian masyarakat.
Dia optimis, aktivitas di markas TNI tersebut akan memicu pergerakan sektor ekonomi lokal, mulai dari usaha kecil, perdagangan hingga jasa pendukung lain. "Saya yakin jadi pertumbuhan ekonomi baru. Warung, laundry sampai tukang cukur itu laris," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo