MUNGKID - Di tangan para petani, rumput liar yang selama ini dianggap gulma kini berubah menjadi solusi alternatif pertanian. Melalui ramuan sederhana bernama Biosaka, mereka mulai mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen.
Seorang penggiat biosaka, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas mengatakan, penggunaan biosaka mulai meluas seiring pengalaman para petani yang merasakan langsung manfaatnya di lapangan. Dia mengaku, hasil panen padinya meningkat setelah rutin menggunakan Biosaka yang dikombinasikan dengan olahan organik lain.
Menurutnya, perubahan tidak hanya terlihat pada kuantitas hasil panen, tetapi juga kualitas tanaman yang lebih sehat serta tanah yang lebih terjaga. "Biasanya hasil panen 4 sampai 5 ton per hektare, sekarang bisa mencapai 6 sampai 7 ton bersih," ujarnya, Sabtu (16/5).
Baca Juga: Hasto Jamin Genting Daur Ulang Lolos Uji Kualitas, Bergaransi 10 Tahun: Pemkot Jogja Lanjutkan Program Bedah Rumah Lebih Ramah Lingkungan
Berbeda dengan pupuk kimia, biosaka dibuat dari bahan yang sangat mudah ditemukan di sekitar rumah. Rumput liar cukup diremas dalam air selama beberapa menit hingga air berubah warna, lalu larutan tersebut bisa langsung diaplikasikan ke tanaman.
Penggiat biosaka lain, Puji Rokhmat menyebut, biosaka terus berkembang dengan berbagai varian sesuai kebutuhan. "Ada yang untuk merangsang pertumbuhan tanaman, untuk buah, bahkan untuk mengatasi bau limbah," katanya.
Selain untuk pertanian, biosaka juga dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan lingkungan, seperti bau limbah ternak dan sampah rumah tangga. Satu varian yang digunakan mampu mengurangi bau secara signifikan dengan pendekatan alami.
Baca Juga: Prediksi Manchester United vs Nottingham Forest Premier League Minggu 17 Mei 2026 Kick Off 18.30 WIB, Setan Meraih Ingin Kemenangan Kandang Terakhir
Puji mengatakan, biosaka juga diyakini dapat membantu menetralisir residu kimia pada tanaman pangan, sehingga hasil panen menjadi lebih aman dikonsumsi. "Harapannya ke depan kita bisa mengurangi bau dan residu kimia dari lingkungan maupun makanan," lontarnya. (aya)