Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waisak di Kelenteng Liong Hok Bio Magelang Tak Hanya Ritual, 1.000 Paket Sembako dan Donor Darah Jadi Wujud Nyata Welas Asih

Naila Nihayah • Minggu, 17 Mei 2026 | 20:30 WIB
RITUAL KEAGAMAAN: Penyalaan lilin panca warna di aula TITD Liong Hok Bio Magelang untuk menyambut perayaan Tri Suci Waisak, Sabtu malam (16/5). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
RITUAL KEAGAMAAN: Penyalaan lilin panca warna di aula TITD Liong Hok Bio Magelang untuk menyambut perayaan Tri Suci Waisak, Sabtu malam (16/5). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
 
MAGELANG - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di TITD Liong Hok Bio tidak hanya diisi dengan rangkaian ibadah, tetapi juga aksi sosial yang menyasar warga. Perayaan tahun ini menegaskan makna Waisak sebagai momentum welas asih yang diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti puja bakti hingga donor darah dan pembagian sembako.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sembahyang Tri Dharma, Dhammadesana atau pembabaran Dhamma, dan dilanjutkan dengan puja bakti. Selain ibadah, panitia juga menggelar donor darah serta menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar.

Pembina Yayasan Tri Bhakti Kota Magelang David Herman Jaya mengutarakan, perayaan Waisak di TITD Liong Hok Bio digelar rutin setiap tahun dengan konsep sederhana namun tertata. "Kami tidak hanya membaca paritta, tetapi juga ada persembahan, donor darah, dan pembagian sembako," ujarnya, Sabtu malam (16/5).
 
Baca Juga: Pembebasan Tiga Aktivis Dinilai Tak Transparan, Tim Hukum Sebut karena Tekanan Publik, Proses Banding Masih Berjalan

David menjelaskan, kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam setiap perayaan keagamaan, termasuk Waisak. Hal ini tidak lepas dari kondisi ekonomi dan dinamika global yang turut berdampak pada warga.

Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan untuk dibagikan kepada warga. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, dan mi instan. Selain itu, kegiatan donor darah juga digelar terbuka untuk umum. Tidak hanya umat Buddha, tetapi juga umat agama lain.

Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang Gunawan menjelaskan, bantuan tidak hanya difokuskan di sekitar kelenteng, tetapi juga menjangkau wilayah yang lebih luas. "Sasarannya warga yang membutuhkan, tidak hanya di sekitar sini," terangnya.
 
Baca Juga: Gerbang Tol Trihanggo Mulai Dibangun, Kontraktor Sebut Desainnya Mengadopsi Siluet dari Candi Ratu Boko

Untuk kegiatan donor darah, panitia menyiapkan insentif berupa paket sembako bagi 100 pendonor pertama sebagai bentuk apresiasi. Selain pembagian sembako dan donor darah, rangkaian Waisak masih akan berlanjut dengan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya, seperti ritual pemandian rupang Buddha.

Perayaan Waisak di TITD Liong Hok Bio tahun ini dipimpin oleh Bante Sri Pannavaro Mahathera, yang menekankan pentingnya welas asih sebagai inti ajaran Buddha. Dalam ceramahnya, dia mengisahkan perjalanan Siddharta Gautama yang meninggalkan kehidupan istana demi mencari jalan keluar dari penderitaan manusia.

Menurutnya, keputusan tersebut lahir dari kepedulian mendalam terhadap sesama. "Siddharta tidak ingin bahagia sendiri, tetapi membantu orang lain bebas dari penderitaan," paparnya.

Dia juga mengibaratkan kehidupan seperti menyeberang jalan yang ramai. Seseorang tidak hanya berusaha menyeberang sendiri, tetapi juga membantu orang lain agar selamat sampai tujuan. (aya)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 #sembahyang tri dharma #TITD Liong Hok Bio #Welas Asih #waisak