MUNGKID - Sebanyak 51 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Magelang resmi beroperasi. Ada ratusan gerai yang masih dalam tahap pembangunan. Keberadaan KDKMP ini digadang-gadang menjadi upaya untuk menggerakkan ekonomi berbasis desa.
Peresmian operasional ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dipusatkan di Nganjuk, Jawa Timur dan diikuti secara virtual di berbagai daerah, termasuk Magelang. Di wilayah ini, kegiatan dipusatkan di Desa Pancuranmas, Secang.
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman menjelaskan, dari total 51 gerai yang diresmikan, sebanyak 50 berada di wilayah kabupaten dan satu titik di Kota Magelang. "Seluruhnya sudah siap operasional untuk melayani kebutuhan masyarakat," ujarnya Sabtu (16/5).
Afrizal mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan 258 gerai di wilayah kabupaten dan Kota Magelang. Hingga saat ini, sebanyak 106 gerai telah selesai dibangun, sementara 152 lainnya masih dalam proses pengerjaan. "Semoga bisa selesai Agustus. Kalau memungkinkan, Juli," kata Afrizal.
Dia menyebut, gerai KDKMP dirancang tidak sekadar menjadi tempat jual beli. Tetapi juga pusat distribusi kebutuhan pokok dan penggerak ekonomi lokal. Sejumlah komoditas pangan disuplai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog dan sektor agribisnis.
Produk yang dijual, tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dari potensi desa setempat. Mulai dari hasil pertanian hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menuturkan, setiap desa memiliki keunggulan komparatif yang berbeda. Sehingga kehadiran KDKMP bisa menjadi wadah distribusi sekaligus promosi produk lokal.
Baca Juga: Prediksi Genoa vs AC Milan Serie A Minggu 17 Mei 2026 Kick Off 17.00 WIB, Rossoneri Ingin Bangkit
Meski progres pembangunan cukup signifikan, Grengseng mengakui, masih ada sejumlah kendala. Terutama bagi desa yang belum memiliki lokasi strategis atau lahan untuk pembangunan gerai.
Untuk mengatasi hal ini, pemkab membuka kemungkinan kolaborasi antardesa. "Kami akan koordinasikan dengan pemerintah pusat, termasuk kemungkinan desa bergabung dengan desa terdekat," paparnya.
Kepala Desa Pancuranmas Yuni Puji Istiono mengutarakan, desanya menjadi satu contoh KDKMP yang dapat terintegrasi dengan potensi lokal. Bahkan, kata dia, setiap dusun di wilayahnya memiliki keunggulan yang bisa dikembangkan. Mulai dari sektor pertanian hingga produk UMKM khas seperti cobek batu. "Semua potensi bisa dititipkan di koperasi, termasuk hasil pertanian dan UMKM," lontarnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita