Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Idul Kurban, Distapang Kebumen Pesan Pisahkan Daging dan Jeroan Buat Lubang Limbah untuk Pupuk Alami

Muhammad Hafied • Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:06 WIB
Ilustrasi daging kurban.
Ilustrasi daging kurban.

 

KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen mengimbau agar masyarakat agar tidak nekat membersihkan jeroan maupun daging hewan kurban di aliran sungai. Kebisaan tersebut selain dapat mencemari lingkungan, juga berisiko terpapar bakteri yang berasal dari air sungai.

Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Distapang Kebumen Marti Ike Wahyu Erawati menyatakan, masyarakat mulai harus sadar akan bahaya membersihkan bagian hewan kurban di aliran sungai.

Menurutnya mencuci daging maupun jeroan hewan berpotensi tercemar limbah dan bakteri karena tidak higienis.

Baca Juga: Polres Kulon Progo Bakal Kembangkan Kasus Dugaan Pungli Lurah Garongan, Bukti Jadi Langkah Awal Penyelidikan

"Jangan di sungai. Tinggal buat lubang 1x1 meter buat tampung limbahnya, malah bisa untuk pupuk alami," jelasnya kepada Radar Jogja, Jumat (15/5).

Penggunaan air sungai, kata Ike, tidak disarankan karena dapat memicu gangguan kesehatan jika daging dikonsumsi. Masyarakat lebih dianjurkan untuk menggunakan air bersih yang mengalir saat proses pencucian daging hewan kurban.

 Ia juga mengingatkan takmir masjid maupun pantia kurban untuk memperhatikan standar kebersihan selama proses penyembelihan, pengolahan hingga pembagian daging kurban ke masyarakat.

Baca Juga: Real Madrid Taklukkan Real Oviedo Saat Presiden Klub Florentino Perez Dalam Tekanan

"Di sungai potensi tercemar bakteri e-coli. Antara daging dan jeroan juga mesti dipisah supaya tidak cepat busuk," beber Ike.

Distapang, lanjut Ike, terus memberikan pemahaman terkait pentingnya antemortem dan postmortem penanganan hewan kurban. Antemortem berarti serangkaian upaya guna menjamin kondisi hewan memenuhi syarat sebelum disembelih, baik dari kondisi fisik, umur dan kesehatan.

“Sedangkan postmortem lebih fokus pada pengananan pasca penyembelihan hewan kurban," ucapnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kewaspadaan, Astra Motor Yogyakarta Edukasi Prediksi Bahaya Bagi Siswa SMK Bhumi Phala Temanggung

Terkait ketersediaan, ia memastikan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha mendatang tercukupi. Saat ini total populasi hewan siap kurban di Kebumen mencapai 25.830 ekor. Jumlah tersebut dalam posisi aman karena jika dibandingkan tahun lalu kebutuhan hewan kurban sebanyak 17.675 ekor.

Merujuk data distapang, populasi hewan kurban terbanyak adalah kambing. Totalnya mencapai 14.592. Sedangkan sapi sebanyak 7.250 ekor dan domba 3.988 ekor. Dikatakan Ike, Kebumen merupakan sasaran pengiriman sekaligus penyuplai hewan kurban. Kondisi ini yang menjadi perhatian dinas untuk memperketat lalu lintas hewan kurban. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#limbah kurban #e-coli #idul adha #Distapang Kebumen #jeroan