Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karyawan Pabrik Ban di Purworejo Minta Kompensasi ke Perusahaan, Transportasi untuk Kerja, Ada yang Berstatus Nyicil

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:54 WIB
KENDARAAN TERDAMPAK: Seorang karyawan PT Arami Jaya menunjukkan kondisi motornya yang sempat ikut terbakar pada Kamis (14/5).  M. Hafied/Radar Jogja
KENDARAAN TERDAMPAK: Seorang karyawan PT Arami Jaya menunjukkan kondisi motornya yang sempat ikut terbakar pada Kamis (14/5).  M. Hafied/Radar Jogja

 

PURWOREJO  - Sejumlah karyawan PT Arami Jaya mengaku resah setelah motor mereka hangus terbakar dalam insiden kebakaran hebat di area parkir tempatnya bekerja pada Kamis (14/5) pagi.

Mereka pun meminta ada perhatian dari perusahaan dengan pemberian kompensasi.

Baca Juga: Penjaga Warung Lengah, Modus Tukar Uang, Dua WNA Bawa Kabur Uang Jutaan Rupiah di Girisubo: Begini Kronologinya

Salah seorang pekerja Darmanto, 35, mengaku bingung karena motor satu-satunya yang biasa digunakan aktivitas kini tak dapat lagi digunakan. 

Dia hanya bisa pasrah melihat kobaran api pagi itu membakar hampir seluruh motor milik karyawan yang berjumlah sekitar 200. 

"Harapan kami ya ada semacam ganti rugi. Motor itu nantinya juga buat kerja,” ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (15/5). 

Baca Juga: Darurat Miras, AMM dan GMNU Kulon Progo Bersatu Mendesak Pelarangan Total

Bagi Darmanto, kendaraan yang terbakar merupakan sarana utama untuk menunjang kerja. 

Tanpa kendaraan otomatis akan kesulitan untuk berangkat kerja maupun menjalankan aktivitas lain. 

“Bingung kalau mau ke mana-mana, motor sama saja kaki buat jalan,” ujarnya. 

Diungkapkan, jika dikalkulasi sebagian besar karyawan harus menanggung kerugian mencapai Rp 15 juta-Rp 20 juta. 

Kerugian ini dihitung berdasar harga pembelian motor yang didominasi keluaran terbaru. 

“Parkiran atas itu isinya rata-rata motor bagus. Kalau parkir lantai bawah, takut lecet,” ujar Darmanto.

Pekerja lain Ahmad Solihin, 34, berharap perusahaan tidak lepas tangan atas kerugian yang dialami para pekerja.

Baca Juga: Pencairan UGR Tol Jogja-YIA di Kulon Progo Jadi Magnet Sales Kendaraan Hingga Agen Properti

Dia meminta perusahaan peduli terhadap kondisi yang dirasakan pekerja. 

Dia juga menunggu langkah konkret perusahaan terkait kejelasan ganti rugi motor yang terbakar. “Kami mintanya sih ganti rugi, soalnya motor kondisinya seperti itu, gosong,” pintanya.

Menurutnya, banyak karyawan terpukul setelah melihat motornya ludes terbakar. Terlebih bagi mereka pemilik kendaraan yang masih dalam masa cicilan.

Sebagian pekerja juga merasakan trauma karena insiden kebakaran hebat terjadi saat aktivitas kerja berlangsung.

Baca Juga: Final Playoff Promosi Bisa Digeser di Tengah Skandal Mata-mata Southampton

“Yang cewek-cewek kebanyakan syok. Sedih lihat motornya terbakar,” ujarnya.

Pihak perusahaan belum memberikan waktu saat Radar Jogja hendak meminta keterangan perihal insiden kebakaran.

Sejauh ini aparat kepolisian juga terus melakukan penanganan secara komperehensif. 

Upaya penyelidikan masih berlangsung guna mencari tahu penyebab pasti kebakaran.

 "Masih proses pendalaman. Dugaan sementara korsleting listrik yang menyambar ke sepeda motor,” kata Kapolsek Grabag AKP Diah Ayu. (fid/laz)

Editor : Herpri Kartun
#karyawan pabrik #Kebakaran #kompensasi