KEBUMEN - Kekosongan jabatan direktur PT Aneka Usaha Kebumen Jaya (AUKJ) dinilai menjadi satu kesempatan untuk memperbaiki perusahaan tersebut. Pemerintah daerah selaku pemegang saham diminta lebih cermat memilih pucuk pimpinan perusahaan dengan memperhatikan kompetensi dan pengalaman panjang.
Pengamat ekonomi daerah dari Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen Akhmad Syarifudin menyatakan, indikator keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. Bukan hanya sekadar bergantung pada latar belakang pendidikan, tetapi juga butuh pemahaman manejerial memadai serta punya pengalaman di dunia bisnis dan usaha.
"Seorang direktur harus punya visi yang logis ketika diaplikasikan ke sebuah bisnis," ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (12/5).
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPB Kebumen ini mengatakan, tantangan bisnis ke depan semakin kompleks. Persaingan usaha antarperusahaan daerah maupun dengan perusahaan swasta semakin nyata.
Dalam konteks ini seorang direktur sebagai motor penggerak perusahaan perlu dilengkapi kemampuan adaptasi serta paham akan skema dan peta bisnis. Di satu sisi juga perlu teruji dalam praktik mengelola suatu bisnis atau usaha. "Bisa dilihat founding dan landing seperti apa.
Menurut Syarifudin, PT AUKJ saat ini sedang dihadapkan pada persoalan pelik. Belum lagi sejumlah pejabat di lingkungan perusahaan juga terseret permasalahan hukum. Kondisi membuat perusahaan semakin sulit berakselerasi. Oleh karenanya, pemulihan kondisi keuangan serta penataan manajemen mutlak perlu dilakukan dalam waktu dekat.
PT AUKJ sebenarnya, lanjut dia, memiliki daya tawar cukup menjanjikan di daerah. Banyak peluang yang dapat digarap untuk upaya pengembangan usaha. PT AUKJ, kata dia, juga mestinya mampu membaca peluang dari bergulirnya program skala prioritas presiden, semacam program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih (KDMP).
"Contoh, di MBG bisa jadi suplayer saja, itu peluang besar," ujarnya.
Namun kembali lagi, peluang itu dapat berubah menjadi keuntungan jika mampu dibaca seorang pimpinan perusahaan yang jeli dan kompeten. Selain kolaborasi program pemerintah pusat, PT AUKJ juga memiliki posisi srategis untuk berkembang dengan mengelola potensi lokal.
Baca Juga: Revisi Perda KTR di Kota Jogja Mulai Dibahas Juni, Batas Usia Pembelian Rokok Naik Jadi 21 Tahun
"Kalau bicara pengganti, direktur juga harus lihat potensi Kebumen. Dari sektor pertanian, peternakan sampai pariwisata terbuka lebar," ucap Syarifudin.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kebumen Wahid Mulyadi mengatakan, di DPRD melalui alat kelengkapan yang ada akan mendorong agar posisi direktur PT AUKJ segera terisi. Dia tak ingin kekosongan jabatan tersebut membawa dampak negatif jika tidak tertangani dengan cepat.
DPRD juga akan mengawal keberlagsungan perusahaan daerah tersebut agar mampu memberikan kontribusi lebih untuk pendapatan daerah. "AUKJ sedang dalam rangka mencari direktur, ini akan dilakukan terbuka. Tugas kami bagaimana manejemen diperbaiki dari awal," tegas Mulyadi. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo