MAGELANG - Persoalan sampah di Kota Magelang dinilai belum sepenuhnya terurai. Selain pembenahan sistem, perubahan perilaku warga dinilai menjadi kunci utama. Karena itu, pemkot mencanangkan program Go Green di Terminal Tipe A Tidar, Senin (11/5).
"Masalah sampah bukan hanya soal sistem, tapi juga soal perilaku. Sampah yang dihasilkan harus menjadi tanggung jawab masing-masing," ujar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono usai peluncuran program, Senin (11/5).
Baca Juga: MaglS Jadi Stadion Angker di Kompetisi Championship Musim 2025/2026, PSS Sleman Tak Pernah Terkalahkan di Kandang Kecuali saat Final
Selama ini, kata dia, pengelolaan sampah di Kota Magelang masih dihadapkan pada dua persoalan mendasar. Di satu sisi, sistem pengelolaan yang terus dibenahi belum sepenuhnya mampu mengimbangi volume sampah yang dihasilkan.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dinilai masih rendah. Kondisi tersebut menyebabkan beban pengelolaan sampah masih bertumpu pada pemerintah, sementara partisipasi warga belum optimal.
Melalui program ini, Terminal Tidar tidak hanya difungsikan sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik terkait pengelolaan sampah. Berbagai langkah mulai diterapkan, satu di antaranya pengelolaan sampah botol plastik secara terpisah.
Baca Juga: Road to MJM 2026, Bank Mandiri Dorong Dampak Sosial Berkelanjutan di Sepanjang Jalur Maraton
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana BPTD Kelas I Jawa Tengah Aminudin menyebut, terminal memiliki peran strategis sebagai wajah pelayanan transportasi sekaligus representasi kepedulian lingkungan. "Terminal juga ruang publik yang harus mencerminkan kebersihan dan kenyamanan," bebernya.
Untuk mendukung program tersebut, sejumlah fasilitas pengelolaan sampah mulai disiapkan. Bantuan berupa tempat sampah khusus botol plastik, tempat sampah organik dan anorganik, hingga gerobak pengangkut sampah disalurkan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan. (aya/pra)