Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rusak Fasilitas SMK Taman Karya Madya, 22 Pelajar SMK Nawa Bakti Hanya Dibina

Muhammad Hafied • Minggu, 10 Mei 2026 | 21:30 WIB
MINTA MAAF: Sejumlah pelajar SMK Nawa Bakti bersimpuh di pangkuan orang tua setelah terbukti melakukan aksi perusakan di SMK Taman Karya Madya. (Dokumentasi Polres Kebumen)
MINTA MAAF: Sejumlah pelajar SMK Nawa Bakti bersimpuh di pangkuan orang tua setelah terbukti melakukan aksi perusakan di SMK Taman Karya Madya. (Dokumentasi Polres Kebumen)

KEBUMEN - Sebanyak 22 pelajar Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Nawa Bakti bersimpuh di pangkuan orang tua sebagai bentuk penyesalan setelah melakukan aksi perusakan fasilitas sekolah. Suasana haru itu menyelimuti ruang Tribrata Polres Kebumen saat mediasi sekaligus pembinaan pelajar Jumat (8/5).

Sebelumnya, para pelajar tersebut terbukti melakukan perusakan di sebuah sekolah swasta pada Kamis (7/5) malam. Mereka dibawa ke Polres Kebumen setelah merusak fasilitas sekolah lain, yakni SMK Taman Karya Madya. Atas perbuatannya mereka harus menjalani pembinaan dengan melibatkan orang tua, perangkat desa, serta pihak sekolah.

"Kurangnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor munculnya permasalahan sosial," jelas Kabagops Polres Kebumen Kompol Mardi.

Baca Juga: Buntut Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Kalasan, Warga Diminta Tak Konsumsi Air Sumur

Berdasarkan hasil pendalaman petugas, aksi tersebut dipicu dendam antarsekolah yang telah berlangsung secara turun-temurun. Dugaan permusuhan itu kemudian terus diwariskan dari kakak kelas kepada adik kelas tanpa alasan jelas.

Sejumlah orang tua mengaku terkejut ketika dipanggil Polres Kebumen. Mereka tak menyangka anaknya ikut dalam aksi perusakan fasilitas sekolah.

Mardi meminta kejadian tersebut dapat dijadikan pelajaran bersama. Dia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah agar situasi tetap kondusif.

Baca Juga: El Nino Aktif, BMKG Yogyakarta Ingatkan Ancaman Krisis Air hingga Kebakaran Hutan dan Lahan

Meski demikian, para pelajar yang terlibat aksi perusakan akan dikenakan wajib lapor sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan. "Wajib lapor dilakukan dua kali dalam satu minggu untuk memantau perkembangan siswa," ujarnya.

Pihak SMK Nawa Bakti menyatakan telah memberikan arahan dan pembinaan agar pelajar bersangkutan menjauhi perilaku negatif. Perewakilan sekolah juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan SMK Taman Karya Madya atas keresahan yang timbul akibat kejadian tersebut. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Nawa Bakti #SMK Taman Karya Madya #pelajar #Polres Kebumen #perusakan