KEBUMEN - Sejumlah warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan harus menanggung penyakit akibat kondisi jalan rusak yang telah lama dibiarkan tanpa perbaikan. Mereka mengalami gangguan pernapasan hingga batuk kronis karena debu tebal yang ditimbulkan akibat jalan rusak.
Warga setempat Rosiana, 35, mengaku, belum lama anaknya yang baru berusia 6 tahun harus dirujuk ke rumah sakit karena batuk yang diderita tak kunjung sembuh. Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis, anaknya divonis radang tenggorokan akibat tercemar polusi udara.
Paparan udara kotor karena jalan rusak dinilai menjadi pemicu anaknya harus menanggung penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). "Batuk siang-malam tanpa henti. Saya lihat kasihan, pas rontgen ternyata kena radang," ucapnya saat ditemui Radar Jogja Minggu (10/5).
Rosiana mengungkapkan, kerusakan jalan dari pertigaan Jembatan Tembana ke utara memang sudah cukup parah. Kondisi ini dinilai cukup mengganggu bagi warga setempat maupun pengguna jalan.
Apalagi rumahnya saat ini berada persis di pinggir jalan, sehingga polusi udara yang ditumbulkan sangat dirasakan. "Anak saya suruh perawatan rutin. Tetangga belakang rumah juga sama saja, batuk terus," ungkapnya.
Ia meminta pemerintah daerah segera bertindak untuk mencari solusi terbaik. Rosiana pun khawatir jika persoalan jalan rusak terus dibiarkan, maka akan banyak warga yang ikut mengalami gangguan kesehatan, khususnya saluran pernapasan. "Bukan cuma di rumah kena debu, anak-anak di sekolah juga, karena lokasinya pinggir jalan. Nelangsa pokoknya," katanya.
Ketua RT 10/04 Desa Karangpoh Indriyanto mengatakan, sudah banyak warga merasa resah karena dampak jalan rusak. Dia juga menerima beberapa keluhan warga yang mengalami gangguan kesehatan pada bagian saluran pernapasan.
Terbaru, warganya yang masih berusia enam bulan harus mendapat penanganan intensif di rumah sakit karena terkena ISPA. "Orang tua bayi sempat chat saya, intinya terganggu banyak debu. Anaknya sampai masuk rumah sakit," katanya.
Pantauan Radar Jogja, kondisi jalan yang tak jauh dari pertigaan Jembatan Tembana mengalami kerusakan cukup parah di banyak titik. Terlihat debu membumbung tinggi ketika kendaraan besar melintas.
Kepulan debu juga membuat jarak pandang terganggu. Pengendara sepeda motor yang melintas tampak menutupi bagian hidung dan mulut guna menghindari paparan debu.
Kepala Desa Karangpoh Dwi Ari Sunarko menyebut, di desanya saat ini terdapat tiga perusahaan besar yang bergerak di bidang konstruksi. Aktivitas dari perusahaan tersebut menurutnya mengakibatkan kerusakan jalan semakin parah. Lalu lalang truk pengangkut material dari perusahaan yang kemudian menimbulkan polusi berupa debu. "Itu ban truk bawa pasir dan bekas kotoran. Otomatis debu ke mana-mana sampai masuk ke rumah," ucapnya.
Meski demikian, dia tidak mempersoalkan keberadaan perusahaan. Asalkan, saling menjaga dan tidak menimbulkan keresahan bagi warga. Dia pun berharap, perbaikan jalan segera dilakukan pemerintah kabupaten. Terlebih kondisi ini sudah dilaporkannya ke bupati. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita