MUNGKID - Fenomena hamparan awan di bawah puncak Gunung Telomoyo menjadi daya tarik utama dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kemunculannya tidak bisa dipastikan dan membuat pengalaman pengunjung yang menyaksikannya terasa lebih istimewa.
Pengelola wisata Telomoyo via Dalangan Edi Sutrisno menjelaskan, lautan awan merupakan fenomena alam yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Namun, beberapa hari terakhir cuaca cenderung cerah. Sehingga meningkatkan peluang munculnya lautan awan.
"Kadang jam tujuh belum ada, jam sembilan atau sepuluh baru muncul. Bahkan bisa sebentar saja lalu hilang," jelasnya Minggu (10/5).
Baca Juga: Belasan Warga Karangsari Kulon Progo Keracunan, Diduga usai Menyantap Nasi Kenduri Acara Pernikahan
Dia menambahkan, pergerakan angin juga memengaruhi kemunculan awan. Dalam waktu singkat, awan bisa datang, menghilang, lalu muncul kembali. Sehingga kemunculannya tidak bisa diprediksi secara pasti.
Untuk mendapatkan peluang terbaik menyaksikan lautan awan, sebagian besar pengunjung memilih datang sejak dini hari. Bahkan, sebelum matahari terbit, jalur menuju puncak sudah mulai dipadati kendaraan. "Biasanya jam 03.30 sampai 04.00 itu sudah banyak yang naik," bebernya.
Edi melanjutkan, seiring memasuki musim kemarau awal, jumlah pengunjung Telomoyo menunjukkan tren peningkatan. Namun, mayoritas masih didominasi wisatawan lokal dari wilayah sekitar.
Baca Juga: Brace Adam Alis Bawa Persib Bandung Kalahkan Persija Jakarta, Pangeran Biru Restorasi Keunggulan 3 Poin di Puncak
Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 400-500 orang per hari. Sementara saat akhir pekan, angka kunjungan bisa menembus sekitar 3.000 orang. "Kalau dari luar kota seperti Jakarta atau Surabaya biasanya ramai saat liburan panjang," kata Edi.
Meski secara operasional kawasan dibuka sejak pagi, pengelola tetap menerapkan sistem buka-tutup secara situasional untuk menghindari kepadatan di area puncak. Jika kondisi terlalu padat, akses akan ditutup sementara hingga kondisi kembali terkendali.
Edi mengatakan, di tengah meningkatnya kunjungan, pengelola juga terus melakukan perbaikan infrastruktur. Terutama akses jalan yang menjadi jalur utama menuju puncak.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Kota Jogja Waspadai Antraks hingga Parasit Darah: DPP Perketat Pengawasan di Tengah Tingginya Lalu Lintas Hewan Kurban dari Luar Daerah
Sementara itu, pengunjung asal Kota Magelang Rochman Kurniawan mengaku, berangkat ke Telomoyo sekitar pukul 06.30 dari rumahnya untuk mencari suasana segar. Semula, dia tidak berniat naik hingga puncak. Namun, ketika melihat cuaca yang cerah, dia memutuskan untuk naik. "Sampai atas sekitar pukul 07.40 dan beruntung sekali bisa lihat lautan awan," ujarnya Minggu (10/5).
Menurut Awan, sapaan akrabnya, fenomena tersebut menjadi pengalaman yang jarang didapat, bahkan bagi pengunjung yang sudah beberapa kali datang ke Telomoyo. Dalam kunjungan sebelumnya, dia lebih sering mendapati puncak tertutup kabut. "Ini seperti mengobati lelah. Karena tidak setiap datang bisa dapat pemandangan seperti ini," lontarnya.
Hal serupa dirasakan pengunjung asal Kabupaten Semarang Nanda yang datang bersama temannya. Dia mengaku baru pertama kali melihat langsung lautan awan. "Biasanya cuma lihat dari medsos, sekarang bisa lihat langsung," ucapnya. (aya/eno)