MAGELANG – Polres Magelang Kota melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk memastikan penyebab kematian seorang pria di Bandongan. Kematiannya diduga terkait kasus penganiayaan yang kini memasuki tahap penyelidikan lebih dalam.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana menjelaskan, korban berinisial ZKA, 23 sebelumnya terlibat dalam peristiwa kekerasan yang terjadi di kawasan Cacaban, Magelang Tengah, pada Minggu (3/5) sekitar pukul 23.00.
"Korban mengalami kekerasan fisik, kemudian sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia," ujar dia di kantornya, Jumat (8/5).
Baca Juga: Lima Proyek Strategis Pemkot Jogja Mulai Dilelang, Seluruhnya Infrastruktur dengan Nilai Anggaran Rp 10,85 Miliar
Usai kejadian, korban sempat dirawat intensif di RSUD Tidar sejak 5 Mei. Dalam kondisi koma, tim medis telah melakukan sejumlah tindakan, namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada 7 Mei 2026 pukul 14.31.
Keluarga pun memakamkan jenazah korban di wilayah Bandongan. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, polisi melakukan eksumasi guna memastikan hubungan antara luka yang dialami korban dengan penyebab kematiannya.
Proses eksumasi, kata Iwan, dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari Dokkes Polda serta puluhan mahasiswa koas kedokteran. Mereka melakukan pembongkaran makam sekaligus autopsi langsung di lokasi pemakaman.
Baca Juga: Satu Jamaah Haji Kulon Progo Meninggal Dunia Usai Umroh Sunnah, Sempat Keluhkan Sesak Dada
"Eksumasi ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti akibat kematian korban, apakah memang disebabkan oleh tindak kekerasan yang terjadi sebelumnya," kata Iwan.
Dari hasil penyelidikan awal, dia menduga adanya tindak pidana penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Dugaan ini diperkuat dengan rekaman CCTV yang telah diamankan penyidik.
Dalam rekaman tersebut, lanjut dia, korban terlihat mengalami kekerasan secara berulang. Korban dipukul, ditendang, hingga diserang menggunakan lutut oleh pelaku, sebelum akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Baca Juga: Progres Sudah 47 Persen, Rehabilitasi Jembatan Jonge Dipercepar Ditarget Rampung Juni
"Dari CCTV terlihat korban dipukuli berulang kali, ditendang, bahkan menggunakan dengkul, hingga korban jatuh dan tidak sadarkan diri," ungkap dia.
Sejak saat itu, korban tidak sadar hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua hari. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.
Meski belum mengungkap identitas pelaku secara resmi, Iwan memastikan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku dan tengah melakukan langkah-langkah untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Baca Juga: Pelaku Begal Pantat di Magelang Ditangkap, Ngaku Aksinya sebagai Kepuasan Pribadi
"Pelaku sudah kami identifikasi dari CCTV dan keterangan saksi," tegasnya.
Sementara itu, dari keterangan awal yang dihimpun, motif kekerasan diduga dipicu persoalan pribadi. Pelaku disebut emosi setelah mengetahui calon istrinya diduga dilecehkan oleh korban. "Motif sementara, pelaku sakit hati karena korban diduga melecehkan calon istrinya," jelas Iwan. (aya/pra)