Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Distapang Kebumen Gencarkan Vaksin Rabies Pascakasus Gigitan Anjing ke Warga Kalirejo 

Muhammad Hafied • Kamis, 7 Mei 2026 | 23:45 WIB
Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Karanganyar melakukan vaksinasi anti rabies setelah muncul kasus gigitan anjing di Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam.(Dokumentasi Distapang Kebumen)
Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Karanganyar melakukan vaksinasi anti rabies setelah muncul kasus gigitan anjing di Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam.(Dokumentasi Distapang Kebumen)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen bergerak cepat setelah menerima laporan kasus gigitan anjing di Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam. Pemberian vaksin terhadap hewan berisiko seperti anjing dan kucing di sekitar lokasi dilakukan guna antisipasi penularan penyakit rabies.

 

Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapang Kebumen Marti Ike Wahyu Erawati mengatakan, pemberian vaksin rabies merupakan tindakan preventif pasca seorang warga dilaporkan terkena gigitan anjing.

Dalam kasus ini tim dari pusat kesehatan hewan (Puskeswan) setempat melakukan jemput bola vaksinasi. Tercatat ada 23 ekor anjing dan tiga ekor kucing yang berada di radius area terdampak diberikan vaksin rabies.

Baca Juga: Dukungan Gelar Pahlawan Bagi Sultan HB II Terus Mengalir dari Akademisi dan Ulama: 'Pantas Diingat dan Dikenang'

 

 "Kami menyisir rumah-rumah warga. Total 30 hewan sudah kami vaksin," jelas Ike kepada Radar Jogja, Kamis (7/5).

 

Dijelaskan, penularan atau zoonosis virus rabies kerap berasal dari gigitan anjing gila. Penyakit ini dapat menular dari air liur hewan yang sudah terinveksi virus. Sehingga perlu dilakukan vaksinasi antirabies guna memutus rantai potensi penyebaran virus di permukiman.

 

Di samping itu pemberian vaksin juga untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. "Penularannya dari hewan berdarah panas, seperti anjing, kucing, kera sampai kelelawar," terangnya.

Baca Juga: Hewan Kurban dari Gunungkidul Dikirim ke Luar Kota, Surplus 11 Ribu Sapi dan 26 Ribu Kambing Siap Sambut Idul Adha 2026

Ike mengungkapkan, gigitan anjing dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat. Bahkan risiko terburuk menimbulkan kematian karena infeksi virus ini langsung menyerang sasaran saraf otak.

Dia mengimbau agar warga tidak mengaggap enteng jika terdapat kasus gigitan anjing. "Distapang tidak ingin ambil risiko. Begitu ada laporan, langsung turun buat memastikan kondisi kesehatan hewan," kata Ike.

 

Sebelumnya, pada Selasa (5/5) Distapang Kebumen menerima laporan peristiwa seorang warga Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam terkena gigitan anjing peliharaan.

Baca Juga: Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM

 

Lalu, tim puskeswan bersama perangkat desa setempat melakukan pelacakan terhadap hewan yang memiliki kontak erat di sekitar lokasi kejadian. Setelah itu diputuskan untuk vaksinasi secara massal.

 

Berdasar hasil pemeriksaan petugas, anjing yang menggigit warga dinyatakan tidak terindikasi rabies. Sedangkan warga sekitar lokasi kejadian tidak mengalami gejala terkena rabies.

"Tidak ada temuan mengarah ke rabies. Warga juga sudah dilakukan penanganan medis," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#vaksin rabies #kucing #anjing #Distapang Kebumen #kalirejo