Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabupaten Magelang Jadi Demplot, Lestarikan Varietas Padi Lokal yang Tahan Iklim Ekstrem

Naila Nihayah • Kamis, 7 Mei 2026 | 03:30 WIB
TANAMAN: Petani menancapkan benih padi cukup dalam mencegah luapan air. 
TANAMAN: Petani menancapkan benih padi cukup dalam mencegah luapan air. 

 

 

MUNGKID - Kabupaten Magelang menjadi wilayah percontohan (demplot) program Crop Diversity Conversation for Sustainable Use in Indonesia (CDSUI). Hal itu sejalan upaya pemkab demi menjaga keberlanjutan sumber daya genetik pertanian di tengah ancaman perubahan iklim dan pergeseran pola konsumsi masyarakat.

 

National Project Manager CDSUI, Sudarsono menjelaskan, program ini difokuskan pada pelestarian plasma nutfah atau sumber daya genetik tanaman yang dinilai semakin terancam hilang. Lima komoditas menjadi prioritas dalam program ini, yakni padi, uwi, talas, cengkeh, dan pala. 

 

Sementara di Magelang fokusnya diarahkan pada varietas padi lokal serta tanaman umbi-umbian yang mulai jarang dibudidayakan. Menurutnya, pelestarian varietas lokal menjadi penting karena tanaman tersebut telah beradaptasi secara alami terhadap kondisi lingkungan setempat, termasuk perubahan iklim ekstrem.

Baca Juga: PKJ Digadang Cegah Tawuran, Tapi Sehari Usai Launching Malah Pecah Aksi Tawuran Antarpelajar: Begini Penjelasan Disdikpora DIY

 

"Varietas padi lokal yang sudah bertahan puluhan tahun di suatu wilayah menyimpan ketahanan genetik yang sangat berharga untuk masa depan," ujarnya di Kantor Bupati Magelang, Rabu (6/5).

 

Selain faktor ketahanan, kata Sudarsono, aspek diversifikasi pangan juga menjadi perhatian. Dia menilai, ketergantungan masyarakat terhadap beras perlu diimbangi dengan pengenalan kembali sumber karbohidrat alternatif seperti uwi dan talas.

 

Sudarsono melihat, fenomena yang terjadi saat ini, generasi muda semakin asing dengan jenis pangan lokal tersebut, padahal memiliki kandungan gizi yang tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan sehat.

 Baca Juga: Tarik Pembeli, Peternak Sapi di Sukoreno Kulon Progo Siapkan SPG untuk Pemasaran Hewan Kurban

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyebut, program CDCSUI sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan sektor pertanian dan pelestarian lingkungan. Dia mencontohkan, keberadaan varietas unggulan seperti padi Menthik Wangi Susu serta potensi pengembangan tanaman umbi di berbagai wilayah Magelang.

 "Ini bukan hanya soal menjaga agar tidak punah, tapi juga bagaimana potensi lokal ini bisa memberi nilai ekonomi bagi masyarakat," bebernya.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menargetkan program ini mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Baca Juga: Kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi Telah Bangun 281.312 Rumah Warga Miskin

Di wilayahnya, setidaknya ada empat komoditas yang akan dikembangkan secara intensif, yaitu beras merah, beras hitam, talas, dan uwi. 

"Produk-produk ini harus punya nilai tambah, bisa diterima pasar, dan menjadi alternatif pangan yang kompetitif," kata Romza. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#cdsui #padi lokal #Perubahan Iklim #Kabupaten Magelang #demplot