KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen memastikan ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha tercukupi. Tercatat hingga saat ini populasi hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba melebihi kebutuhan.
Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Marti Ike Wahyu Erawati menyebut, total populasi hewan siap kurban di Kebumen mencapai 25.830 ekor.
Jumlah tersebut dalam posisi aman karena jika dibandingkan tahun lalu kebutuhan hewan kurban sebanyak 17.675 ekor.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Honor Guru PAUD dan Kader Posyandu di Kulon Progo Tak Lebih dari Rp 200 Ribu
“Lebih dari cukup. Itu juga belum kehitung hewan dari luar daerah,” ucapnya kepada Radar Jogja, Selasa (5/5).
Merujuk data distapang, populasi hewan kurban terbanyak adalah kambing. Totalnya mencapai 14.592. Sedangkan sapi sebanyak 7.250 ekor dan domba 3.988 ekor. Dikatakan Ike, Kebumen merupakan sasaran pengiriman sekaligus penyuplai hewan kurban.
Kondisi ini yang menjadi perhatian dinas untuk memperketat lalu lintas hewan kurban. “Kami punya delapan Puskeswan. Tim terus bergerak untuk cek kesehatan hewan,” jelas Ike.
Baca Juga: Pemutihan Akumulasi Kartu Kuning di Final Championship, PSS Sleman Dipastikan Tampil Full Team
Selain menjamin ketersediaan, kata Ike, Distapang Kebumen juga melakukan serangkaian upaya dengan skrining kesehatan hewan. Hal ini untuk memastikan kondisi hewan kurban layak sembelih dan layak konsumsi.
Guna memudahkan masyarakat sebelum membeli hewan kurban, pihaknya juga mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Surat tersebut berisi kondisi secara keseluruhan data dan riwayat kesehatan hewan.
“Pakai stiker juga di tempat penjualan, di situ ada keterangan tanggal berapa dan sekian ekor sudah diperiksa,” katanya.
Baca Juga: Statistik Impresif PSS Sleman di Musim 2025/2026, Cetak 53 Gol dan Amankan Tiket Kasta Tertinggi
Ike pun mengajak masyarakat lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Masyarakat diminta untuk mencermati dan memastikan standar kesehatan hewan kurban terpenuhi.
Dari sisi peternak juga diperingatkan agar tidak nekat menjual maupun menyembelih hewan dalam kondisi sakit. Hal ini untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit lain seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).
Distapang, lanjut Ike, akan menggencarkan upaya pemeriksaan kesehatan hewan atau antemortem dua pekan jelang perayaan Idul Adha. Tujuannya untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, cukup umur dan terbebas dari penyakit menular.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers: Publik Akan Kembali Cari Informasi Bermutu daripada Konten Emosional Medsos
“Sudah sering kami sampaikan, bila membeli hewan kurban pastikan punya SKKH dan sertifikat veteriner dari dinas setempat,” terangnya.
Penjual ternak asal Kecamatan Puring Safingi, 38, mengatakan, sejauh ini penjualan hewan ternak cenderung stabil. Lonjakan permintaan hewan untuk kebutuhan kurban juga belum terlihat signifikan.
Dia memprediksi pesanan hewan kurban mulai meningkat sepekan jelang perayaan Idul Adha. “Sebagian mulai Tanya-tanya, tapi masih landai. Biasanya sepuluh hari ke sana sudah banyak yang pesan,” jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo