KEBUMEN - Anggota Komisi B DPRD Kebumen Agus Supriyanto meminta pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan pangan (Distapang) memperketat pengawasan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha. Perlakuan ini dinilai penting guna memastikan hewan kurban layak sembelih dan layak pangan.
Menurut Agus, distapang perlu menentukan langkah srategis terkait ketersediaan dan kondisi kesehatan hewan kurban. Dinas teknis diminta memastikan memenuhi syarat secara syariat dan kesehatan.
Dia tak ingin masyarakat ujungnya dirugikan akibat aspek tersebut diabaikan dinas terkait.
Baca Juga: Genggam Tiket ke Super League Musim Depan, Para Pemain Mampu Buktikan PSS Sleman Berhak Naik Kasta
"Harus ada perhatian. Jangan sampai hewan sakit atau tidak sesuai syarat sah buat kurban," ujarnya kepada Radar Jogja, Senin (4/5).
Agus menyatakan, ada beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan mendekati Idul Adha. Salah satunya pengawasan lalu lintas hewan kurban dari luar daerah. Lalu, faktor yang tak kalah penting menyangkut distribusi hewan kurban.
Kedua faktor ini baginya cukup penting karena berpengaruh terhadap ketersediaan hingga stabilitas harga hewan kurban. "Ada keterkaitan, ketika antara kebutuhan dan pasokan tidak sesuai, dampaknya harga tinggi," ucapnya.
Baca Juga: Konsistensi di Tengah Tekanan dan Hasil Buruk, Van Gastel Tak Ubah Gaya Permainan PSIM Jogja
Lebih dari itu, dia pun mengajak masyarakat untuk lebih memilih sapi unggulan khas Kebumen, yakni sapi jenis peranakan ongole (PO). Dengan memilih sapi PO sebagai hewan kurban, menurutnya otomatis ikut mendukung pemberdayaan peternak lokal.
Dampak positifnya perputaran ekonomi dari peternak akan terus bergerak. "Siapa lagi yang patut bangga punya sapi PO, kalau bukan orang Kebumen," tegasnya.
Keuntungan lain, lanjut Agus, pemilihan sapi PO untuk hewan kurban membuat rantai distribusi lebih pendek sehingga harga lebih relatif terjangkau dan stabil. Dia yakin sapi PO tidak kalah saing dengan sapi dari daerah lain, baik dari segi kualitas, kesehatan hingga bobot.
"Selain dapat pahala ibadah kurban, kita membantu pemberdayaan peternak lokal" katanya.
Sementara itu, peternak sapi Paryanto, 41, sepakat dengan imbauan agar masyarakat lebih mengutamakan sapi lokal ketimbang sapi jenis lain yang notabene impor. Dia berharap kesadaran masyarakat untuk membeli sapi lokal terus meningkat seiring perayaan Idul Adha.
Dengan demikian, peternak lokal semakin berdaya dan sejahtera. "Harga sekarang masih fluktuatif. Mestinya orang Kebumen beli sapi khas Kebumen. Harganya juga tidak selisih jauh," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo