MUNGKID - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengunjungi Vihara Mendut, Minggu (3/5). Dalam kunjungan tersebut, dia berdialog dengan pimpinan vihara sekaligus membahas berbagai hal, termasuk rencana pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur.
Fadli menyebut, kunjungan itu bertepatan dengan usia Vihara Mendut yang genap 50 tahun. Didirikan pada 1976, vihara ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan Buddha di kawasan Borobudur.
"Saya mendapat banyak penjelasan tentang arca-arca, tentang Borobudur, Mendut, serta nilai-nilai dan ajaran yang sangat baik," ujarnya usai dialog bersama Bante Sri Pannavaro Mahathera.
Dia menilai, kawasan Vihara Mendut bukan hanya penting secara spiritual. Tetapi juga memiliki nilai kebudayaan yang tinggi sebagai bagian dari peradaban Indonesia. Satu topik yang mengemuka dalam perbincangan tersebut adalah rencana pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur.
Menurut Fadli, berdasarkan penjelasan Bante Pannavaro, chattra memiliki makna filosofis yang mendalam bagi umat Buddha. "Chattra itu sebagai simbol penghormatan, perlindungan, dan juga pencapaian amalan tertinggi," jelasnya.
Keberadaan chattra lazim ditemukan di berbagai situs Buddha di dunia, termasuk tergambar dalam relief Candi Borobudur. Rencana pemasangan chattra ini, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menjadikan Borobudur sebagai living heritage.
Baca Juga: BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Hingga 15 Mei
"Kami tidak hanya bicara perlindungan, tapi juga pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan," katanya.
Saat disinggung soal waktu pemasangan chattra, Fadli menyebut, kemungkinan akan direalisasikan setelah perayaan Waisak.
Sementara itu, Bante Pannavaro menjelaskan, kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh dialog. Sembari berjalan menyusuri vihara, lanjut dia, Fadli bertanya soal pohon bodhi hingga arca Buddha.
"Beliau silaturahmi, sambil berjalan bertanya tentang pohon bodhi, arca Buddha, dan saya menjelaskan semaksimal mungkin," bebernya.
Terkait pembahasan chattra, Bante Pannavaro enggan berkomentar dan memilih merujuk pada pernyataan Fadli. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo