MUNGKID - Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Magelang pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Data luas tambah tanam (LTT) padi yang telah melampaui target menjadi indikator awal bahwa pendekatan berbasis data yang diterapkan pemerintah daerah mulai berdampak di lapangan.
Data Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan), target LTT pada Januari 2026 sebesar 6.075 hektare terealisasi 5.721,03 hektare. Namun hingga April 2026, capaian tersebut telah menembus 6.354 hektare atau melampaui target awal tahun.
Ketua Penyuluh Pertanian Kabupaten Magelang Supriyono menyebut, capaian itu tidak lepas dari percepatan pola tanam serta optimalisasi sarana produksi di tingkat petani.
"Kami memaksimalkan alat mesin pertanian dan jaringan irigasi untuk mengejar target tanam," ujarnya, Jumat (1/5).
Selain itu, dukungan bantuan dari pemerintah pusat juga mulai diarahkan lebih spesifik. Pada 2026, bantuan pengembangan tanaman pangan mencakup padi seluas 6.000 hektare dan jagung 4.000 hektare yang bersumber dari APBN. Bantuan tersebut meliputi benih unggul, pupuk bersubsidi, hingga alat dan mesin pertanian.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, pemetaan sektor pertanian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi lahan hingga potensi komoditas.
Baca Juga: Kepeleset, Remaja asal Sleman Ditemukan Tewas setelah Empat Jam Pencarian di Sungai Progo
Dalam dokumen perencanaan daerah, pemerintah telah menyusun data terkait tingkat kesuburan tanah, potensi serangan hama dan penyakit, serta karakteristik komoditas unggulan di tiap wilayah.
Selain itu, koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan pemanfaatan lahan. "Kami mengedepankan pembangunan berbasis data dan riset, sehingga intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran," bebernya.
Meski capaian produksi menunjukkan tren positif, Grengseng mengakui, penguatan sumber daya manusia masih menjadi tantangan.
Peran penyuluh pertanian dinilai krusial sebagai penghubung antara kebijakan dan praktik di lapangan. Dia menegaskan, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan dukungan anggaran. "Tidak hanya anggaran, tapi SDM juga harus diperkuat," tegasnya.
Selain SDM, perbaikan infrastruktur pertanian menjadi fokus berikutnya. Dia menyebut, pemkab tengah menyusun skala prioritas pembangunan, terutama pada jaringan irigasi dan penyediaan alat mesin pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan riil petani.
Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar pengajuan program ke pemerintah pusat, sekaligus memastikan intervensi yang dilakukan tidak bersifat umum, melainkan spesifik per wilayah. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo