Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Handi, Loper Koran di Magelang yang Tahun Ini Berangkat Haji; Menabung dari Sisihkan Rezeki  Rp 25 Ribu Setiap Hari

Naila Nihayah • Kamis, 30 April 2026 | 20:35 WIB
Loper koran asal Candimulyo, Handi. (Foto: Naila Nihayah/Radar Jogja)
Loper koran asal Candimulyo, Handi. (Foto: Naila Nihayah/Radar Jogja)

MUNGKID - Dari profesinya yang kian tergerus zaman, Handi justru berhasil mewujudkan mimpi besarnya.

Loper koran berusia 62 tahun ini menapaki jalan panjang menuju Tanah Suci.

Caranya pun sederhana, yaitu dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilannya setiap hari.

Di saat sebagian orang baru terbangun dari tidur, Handi justru sudah memulai rutinitas yang telah menjadi bagian hidupnya selama puluhan tahun.

Baca Juga: Perayaan Tri Suci Waisak di Borobudur Bakal Diserbu Puluhan Ribu Umat, Peserta Mancanegara Ikut Meramaikan

Sejak era 1990-an, ia setia mengayuh hari sebagai loper koran, mengantar kabar dari satu kantor ke kantor lain di Kota Magelang. 

Dari pekerjaan sederhana itulah, lelaki 62 tahun asal Candimulyo ini menenun mimpi yang tak sederhana.

Berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. 

Handi masih ingat betul bagaimana ia memulai langkahnya. Tahun 2012, ia mendaftarkan diri untuk haji menggunakan dana talangan.

Keputusan itu bukan tanpa beban. Di baliknya, ada tekad kuat untuk melunasi biaya dengan keringat sendiri. 

Baca Juga: Perkuat Peran Kecamatan Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Magelang Deklarasikan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana

 "Dari hasil kerja loper, saya niatkan untuk mengangsur.

Sedikit-sedikit, yang penting jalan," tuturnya usai mengikuti manasik dan pelepasan calon jemaah haji di Pendopo Lapangan drh Soepardi, Kamis (30/4). 

Setiap hari, ia menyisihkan sebagian penghasilannya. Nominalnya mungkin tidak besar. Sekitar Rp 25 ribu per hari.

Namun konsistensi membuatnya berarti. Uang itu tak selalu berasal dari koran saja. Ia menyebutnya sebagai hasil 'prihatin'. 

Sebab ia juga mencari pekerjaan tambahan dari kebun,  hingga usaha kecil lain yang bisa menopang penghasilan keluarga.

Kebiasaan menabung telah ia lakukan sejak lama, bahkan sejak era 1990-an hingga sekitar 2015. Ia mengumpulkan uang itu sedikit demi sedikit. 

Dia mengakui, pekerjaan sebagai loper koran bukan lagi seperti dulu. Jika dahulu pelanggan bisa mencapai ratusan, kini jumlahnya menyusut drastis.

Perkembangan teknologi dan kehadiran ponsel pintar membuat koran cetak kehilangan banyak pembaca.

"Sekarang tinggal sekitar 25 pelanggan. Dulu ratusan, zaman belum ada HP," ujarnya sembari tersenyum tipis. 

Baca Juga: Cahya Supriadi Dapat Tiket TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF, Akui Siap Bersaing dan Targetkan Posisi Utama

Meski begitu, Handi tak benar-benar kehilangan pijakan. Ia masih memasok koran ke sejumlah kantor pemerintahan, terutama di lingkungan Pemkot Magelang.

Setiap hari sekitar 50 eksemplar koran ia bawa, didistribusikan sejak subuh menggunakan motor tuanya. 

Dari tempat tinggalnya di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, ia berangkat sekitar pukul 05.00.

Mengambil koran dari agen, lalu mulai berkeliling. Rutinitas itu nyaris tak berubah selama puluhan tahun.

"Yang penting tetap jalan. Masih ada pelanggan, ya saya jalani," lontarnya.

Kini di usianya yang tak lagi muda, penantian panjang itu akhirnya menemukan ujungnya.

Handi dijadwalkan berangkat haji pada 13 Mei mendatang, bersama sang istri, Sri Puji Intihayati. 

Bagi Handi, kesempatan ini terasa seperti hadiah di masa tua. Ia menyebutnya sebagai anugerah yang tak lepas dari doa dan usaha panjang.

Ia pun sudah menyiapkan fisiknya dengan olahraga berjalan kaki. "Alhamdulillah, di usia seperti ini bisa berangkat haji. Saya senang (bisa berangkat haji)," ucapnya.

Baca Juga: Di Kebumen Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan tanpa KTP Pemilik Pertama, tapi Harus Bersedia Proses Balik Nama 2027

Di kampungnya, persiapan dilakukan sederhana. Tidak ada seremoni besar, hanya selamatan kecil bersama tetangga sekitar sebagai bentuk pamitan.

"Kalau di desa ya cuma pamitan, pengajian kecil. Mengundang tetangga satu RT," sambungnya. 

Selama hampir dua bulan menjalankan ibadah haji berikut persiapan, pekerjaannya sebagai loper akan digantikan sementara oleh pihak agen.

Namun ia tak berniat berhenti. "Setelah pulang, ya saya lanjut lagi seperti biasa," tegasnya mantap.

Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid menyebut, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga fisik. 

Ia juga mengingatkan jemaah untuk memperhatikan waktu pelaksanaan ibadah tertentu, seperti lempar jumrah, agar terhindar dari kepadatan. 

"Haji itu membutuhkan kondisi fisik yang prima. Jaga kesehatan, karena aktivitas di sana cukup padat," terangnya.

Selain itu, pemerintah daerah menitipkan harapan kepada para jemaah untuk mendoakan Kabupaten Magelang agar tetap aman, damai, dan sejahtera. (aya/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#haji #Candimulyo #Loper koran #Kota Magelang #tanah suci