KEBUMEN - Sebanyak 17 calon jemaah haji (CJH) asal Kebumen dipastikan tahun ini gagal berangkat ke Tanah Suci, Makkah. CJH tersebut tidak dapat melanjutkan ibadah haji karena tidak memenuhi syarat kesehatan akibat faktor lanjut usia.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kebumen Suwaibatul Aslamiyah menyatakan, sebagian besar CJH yang batal melaksanakan ibadah haji kondisi fisiknya tergolong lemah. Pembatalan pemberangkatan haji ini dilakukan untuk menekan angka kematian sekaligus memastikan keselamatan selama menjalankan ibadah haji. “Ada skrining kesehatan dulu, ketika tidak masuk syarat istitaah ya gagal,” ucapnya Kamis (30/4).
Suwaibatul mengatakan, pemerintah melalui Kemenhaj telah merumuskan kebijakan terkait syarat dan ketentuan yang harus terpenuhi bagi CJH. Kebijakan tersebut diatur melalui Peraturan Haji dan Umrah Nomor 55 Tahun 2026. Dalam pelaksanaanya Kemenhaj telah melakukan mitigasi sejak dini menyangkut risiko kesehatan yang mungkin muncul selama pelaksanaan ibadah haji. “Syarat kesehatan tidak sedikit pun kami abaikan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan haji tahun ini cukup memberikan tantangan tersendiri. Sebab, dari total 1.743 CJH, 72 persen di antaranya merupakan kategori lansia. Mereka mayoritas telah berusia di atas 65 tahun. “Pemeriksaannya itu berlapis, sesuai tema haji tahun ini, ramah lansia,” katanya.
Baca Juga: Melonjak 16,6 Persen, Realisasi Investasi Sleman pada Triwulan I 2026 Naik Jadi Rp 1,15 Triliun
Suwaibatul mengatakan, pemberangkatan CJH asal Kebumen kini tinggal mengitung hari. Berbagai persiapan masih dilakukan guna memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sebelum pelepasan CJH yang berlangsung pada pekan pertama bulan Mei 2026. “Sekarang mudah, misal harus ambil koper, tinggal komunikasi sama KBIH langsung gerak cepat,” jelas Suwaibatul.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Anif Solikhin mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh sluruh proses ibadah haji dari mulai keberangkatan hingga kepulangan. Pihaknya juga bakal mengirimkan delapan petugas untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). “Teriring doa dan harapan kami agar seluruh jemaah dan petugas kembali ke tanah air dengan selamat,” terangnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita