MUNGKID - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur tahun ini diperkirakan akan diikuti puluhan ribu umat Buddha. Tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara. Rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan diprediksi kembali menyedot perhatian publik sekaligus wisatawan religi.
Ketua II DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah Tanto Soegito Harsono menyebut, jumlah umat yang telah mendaftar hingga penutupan mencapai sekitar 22 ribu orang. Angka tersebut belum termasuk peserta yang hadir tanpa registrasi.
Hanya saja, untuk di pelataran Candi Borobudur, jumlah peserta dibatasi sekitar 8.000 hingga 8.500 orang. "Yang sudah mendaftar hampir 22 ribu, itu dari seluruh Indonesia. Di luar itu masih ada yang datang tanpa daftar," ujarnya Kamis (30/4).
Baca Juga: Pemprov Terbitkan Ingub terkait Pemetaan Daycare di Jogjakarta, HB X Minta SOP Diperketat
Tanto mengatakan, perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi magnet bagi umat Buddha dalam negeri, tetapi juga menarik partisipasi internasional. Tahun ini, sejumlah umat dari negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand dipastikan hadir.
Tidak hanya itu, kata dia, puluhan jurnalis asing dari berbagai negara juga telah mendaftar untuk meliput langsung perayaan ini. Di antaranya berasal dari Jepang, Prancis, Rusia, Tiongkok, Turki, Inggris, Amerika Serikat, hingga Italia.
Rangkaian perayaan Waisak akan dimulai awal Mei dan akan mencapai puncaknya pada 31 Mei 2026. Sementara detik-detik Waisak dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.44.44, dilanjutkan dengan Dharma Santi pada malam hari dan pelepasan lampion.
Baca Juga: Pendamping PKH Wajib Ground Check, Aktivasi BPJS Kesehatan Warga Masih Menunggu
Tahun ini, perayaan Waisak bertepatan dengan rangkaian libur panjang yang dinilai turut meningkatkan antusiasme kehadiran umat dan pengunjung. "Harapannya tahun ini lebih meriah karena berdekatan dengan beberapa hari libur," ujar Tanto.
Saat disinggung soal kemungkinan kehadiran Presiden dalam perayaan Waisak, dia menyebut, hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pihak pengamanan. "Masih on schedule, tapi kepastian biasanya mendekati hari pelaksanaan," paparnya.
Kendati begitu, lanjut Tanto, sejumlah skenario pengamanan dan pengaturan akses ke kawasan Borobudur pun telah disiapkan. Termasuk pengaturan pintu masuk, area parkir, serta pembatasan pihak yang dapat memasuki zona utama. (aya)