MAGELANG - Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih kompetitif terus dilakukan Pemkot Magelang. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi pelaku usaha, persoalan utama yang muncul bukan semata pada modal. Melainkan kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan bertahan dalam dinamika pasar.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM UMKM dan kewirausahaan yang digelar di Gedung Wanita Rabu (29/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku usaha mikro dari wilayah Kecamatan Magelang Utara yang sebagian besar masih berada pada tahap pengembangan usaha.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Daycare Terulang di Bantul, Tempat Penitipan Anak Wajib Perbarui Izin Tiga Tahun Sekali
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah menyebut, masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh pelatihan formal. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan wawasan dan kemampuan dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.
"Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keahlian dan wawasan berwirausaha," ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM cukup beragam, mulai dari persoalan investasi, produksi, hingga permodalan. Namun di lapangan, persoalan tersebut sering kali berkelindan dengan kurangnya inovasi dan kemampuan membaca peluang pasar.
Baca Juga: Gubernur DIY Heran Pelaku Kekerasan Anak Adalah Perempuan, HB X: Emangnya dia ga punya anak?
"UMKM dituntut terus berinovasi, tetapi faktanya masih banyak yang terkendala di berbagai aspek teknis," kata dia.
Di tengah persaingan yang semakin terbuka, terutama dengan masifnya perdagangan berbasis digital, pelaku UMKM dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat dan perkembangan teknologi membuat cara berjualan konvensional tidak lagi cukup.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, keberhasilan usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal awal. Justru, faktor mentalitas dan konsistensi menjadi penentu utama apakah sebuah usaha bisa bertahan atau tidak.
"Banyak yang mengira modal adalah kunci utama. Padahal, tantangan terbesar justru keberanian untuk memulai dan kemampuan untuk bertahan," lontarnya.
Dia menyoroti kecenderungan sebagian pelaku usaha yang menunda memulai bisnis karena merasa belum memiliki modal atau kondisi yang ideal. Padahal, menurutnya, peluang tetap terbuka selama ada kemauan untuk bergerak.
"Tidak harus menunggu sempurna. Mulai saja dari apa yang dimiliki. Usaha itu harus berjalan dulu," tegasnya.
Selain persoalan mentalitas, aspek lain yang disoroti adalah pemanfaatan teknologi digital. Damar menilai, banyak UMKM belum maksimal memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar, padahal potensi yang tersedia cukup besar. "Kalau dikelola dengan serius, usaha kecil pun bisa berkembang besar," lontarnya. (aya/eno)