Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persoalan Pelaku UMKM di Kota Magelang Tidak Hanya Modal, Tidak Siapnya SDM Turut Jadi Masalah

Naila Nihayah • Rabu, 29 April 2026 | 20:45 WIB
BERI ARAHAN: Wali Kota Magelang saat memberikan paparan kepada para pelaku UMKM di Gedung Wanita Rabu (29/4). (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)
BERI ARAHAN: Wali Kota Magelang saat memberikan paparan kepada para pelaku UMKM di Gedung Wanita Rabu (29/4). (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)

MAGELANG - Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih kompetitif terus dilakukan Pemkot Magelang. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi pelaku usaha, persoalan utama yang muncul bukan semata pada modal. Melainkan kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan bertahan dalam dinamika pasar.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan peningkatan kapasitas SDM UMKM dan kewirausahaan yang digelar di Gedung Wanita Rabu (29/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku usaha mikro dari wilayah Kecamatan Magelang Utara yang sebagian besar masih berada pada tahap pengembangan usaha.

Baca Juga: Antisipasi Kasus Daycare Terulang di Bantul, Tempat Penitipan Anak Wajib Perbarui Izin Tiga Tahun Sekali

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah menyebut, masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh pelatihan formal. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan wawasan dan kemampuan dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

"Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keahlian dan wawasan berwirausaha," ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM cukup beragam, mulai dari persoalan investasi, produksi, hingga permodalan. Namun di lapangan, persoalan tersebut sering kali berkelindan dengan kurangnya inovasi dan kemampuan membaca peluang pasar.

Baca Juga: Gubernur DIY Heran Pelaku Kekerasan Anak Adalah Perempuan, HB X: Emangnya dia ga punya anak?

"UMKM dituntut terus berinovasi, tetapi faktanya masih banyak yang terkendala di berbagai aspek teknis," kata dia.

Di tengah persaingan yang semakin terbuka, terutama dengan masifnya perdagangan berbasis digital, pelaku UMKM dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat dan perkembangan teknologi membuat cara berjualan konvensional tidak lagi cukup.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, keberhasilan usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal awal. Justru, faktor mentalitas dan konsistensi menjadi penentu utama apakah sebuah usaha bisa bertahan atau tidak.

"Banyak yang mengira modal adalah kunci utama. Padahal, tantangan terbesar justru keberanian untuk memulai dan kemampuan untuk bertahan," lontarnya.

Baca Juga: Dewa United vs Persijap Jepara, Jan Olde Riekerink Ungkap Banten Warriors Sudah Belajar dari Laga Terakhir

Dia menyoroti kecenderungan sebagian pelaku usaha yang menunda memulai bisnis karena merasa belum memiliki modal atau kondisi yang ideal. Padahal, menurutnya, peluang tetap terbuka selama ada kemauan untuk bergerak.

"Tidak harus menunggu sempurna. Mulai saja dari apa yang dimiliki. Usaha itu harus berjalan dulu," tegasnya.

Selain persoalan mentalitas, aspek lain yang disoroti adalah pemanfaatan teknologi digital. Damar menilai, banyak UMKM belum maksimal memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar, padahal potensi yang tersedia cukup besar. "Kalau dikelola dengan serius, usaha kecil pun bisa berkembang besar," lontarnya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Persoalan #pelaku umkm #SDM #modal #UMKM