MUNGKID - Puncak Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 akan berlangsung di kompleks Candi Borobudur pada Sabtu (31/5/2026), dengan detik-detik suci jatuh pukul 15.44.44.
Ribuan umat Buddha diperkirakan mengikuti rangkaian ritual yang telah dimulai sejak awal Mei dari pengobatan gratis hingga penerbangan lampion.
Ketua II DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah Tanto Soegito Harsono mengatakan, rangkaian perayaan Waisak berlangsung dalam berbagai kegiatan sosial, spiritual, hingga ritual keagamaan.
“Waisak tahun ini mengusung tema Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan dengan subtema Cinta kasih sumber perdamaian dunia, yang menjadi landasan dalam setiap kegiatan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: Nasib Guru JLOP di Kulon Progo: Beban Kerja dan Gaji Tak Sebanding, Masih Jauh dari UMK
Sejumlah kegiatan telah dijadwalkan secara bertahap. Diawali pada 3 Mei dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan, rangkaian berlanjut dengan konferensi pers pada 22 Mei.
Selanjutnya, pada 23–24 Mei digelar bakti sosial kesehatan di kawasan Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.
Kegiatan ini, kata dia, menargetkan sekitar 7.500 penerima manfaat, dengan layanan kesehatan terpadu.
Mulai dari pemeriksaan umum, gigi, hingga mata, melibatkan unsur TNI, Polri, dan tenaga medis lainnya.
Baca Juga: Diduga Depresi, Perempuan Loncat dari Lantai Dua Kos di Sleman, Jatuh di Genting Rumah Sebelah
Kemudian pada 28 Mei digelar Dhammayatra dan pembabaran Dharma di kawasan Candi Mendut. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian ritual utama menjelang Waisak.
Pada 29 Mei pagi, dilakukan pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan, yang kemudian dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut. Malam harinya, umat mengikuti meditasi di Candi Borobudur.
Ritual berlanjut pada 30 Mei dengan pengambilan Air Suci dari Umbul Jumprit, Temanggung. Air tersebut juga disemayamkan di Candi Mendut sebelum digunakan dalam prosesi puncak.
"Selama periode 28 hingga 30 Mei, kegiatan pindapata atau ritual pemberian dana makanan kepada para biksu juga rutin dilakukan setiap pagi," bebernya.
Baca Juga: Pantau Proses Distribusi, Tim Pengawasan Pupuk Sleman Dihidupkan Kembali Tahun Ini
Menjelang puncak perayaan, pada 31 Mei pukul 10.00, akan digelar kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.
Prosesi ini menjadi satu atraksi religius yang diprediksi dapat menyedot perhatian ribuan umat dan wisatawan.
Puncak Waisak ditandai dengan detik-detik suci pada pukul 15.44.44, yang dipusatkan di pelataran Candi Borobudur.
Momen ini menjadi waktu refleksi spiritual bagi umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa agung kehidupan Siddhartha Gautama.
Baca Juga: Bandel, Operasional Avail Spa Jogja Ditutup: Lebih dari Tiga Kali Diperingatkan Satpol PP Bantul Tak Digubris
Usai puncak perayaan, kegiatan dilanjutkan dengan Dharmasanti pada pukul 19.30 yang rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden RI, Menteri Agama, serta pejabat tinggi negara lainnya.
"Sebagai penutup, tradisi pelepasan lampion kembali digelar pada malam hari, menjadi simbol harapan dan doa bagi perdamaian dunia," paparnya.
Sementara itu, pelaksanaan ritual di Candi Mendut tahun ini mengalami sedikit penyesuaian karena masih dalam proses pemugaran.
Meski demikian, prosesi penyemayaman Api Dharma dan Air Suci tetap dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan pembatasan jumlah umat yang dapat masuk ke area utama candi. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita