Pemkab Magelang mulai memperkuat pendekatan pembinaan karakter bagi pelajar tingkat SMP di tengah meningkatnya persoalan sosial yang melibatkan remaja. Satu langkah yang ditempuh adalah menggelar Kemah Karakter Kebangsaan Angkatan I Tahun 2026.
Program ini diikuti 100 siswa laki-laki terpilih dari berbagai SMP negeri dan swasta. Mereka merupakan hasil seleksi dari lebih dari 270 pendaftar. Selama empat hari ke depan, hingga 30 April 2026, para peserta akan menjalani pembinaan intensif di lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV Diponegoro.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono menyebut, program tersebut dirancang sebagai respons atas berbagai fenomena yang belakangan muncul di kalangan pelajar. Mulai dari perundungan, kekerasan, hingga pelanggaran hukum.
Menurutnya, pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur diperlukan agar persoalan tersebut tidak semakin meluas. "Kami melihat ada kecenderungan masalah sosial di usia SMP yang perlu ditangani secara serius," ujarnya saat pembukaan, Senin (27/4).
Pelaksanaan kemah di lingkungan Rindam IV Diponegoro menjadi bagian dari strategi untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan fisik, tetapi juga mendapatkan materi pembinaan mental dan kebangsaan.
Selama kegiatan, siswa akan dibimbing oleh instruktur dari unsur TNI serta tenaga profesional lainnya. Materi yang diberikan mencakup kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Pendekatan yang digunakan, kata Wisnu, tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional peserta. Metode yang diterapkan menggabungkan edukasi, refleksi, serta pendekatan pemulihan untuk membangun kesadaran diri.
Wisnu menjelaskan, program ini juga menjadi bagian dari kebijakan prioritas pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia. Selain menekankan aspek pendidikan formal, pemerintah mulai memperluas intervensi pada pembentukan karakter siswa.
Dia menuturkan, peserta yang mengikuti kemah bukan semata siswa bermasalah. Melainkan mereka yang dipilih melalui proses seleksi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para peserta dapat menjadi contoh di lingkungan sekolah maupun masyarakat. "Harapannya, mereka bisa membawa perubahan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya," paparnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo