Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Kebumen Disebut Gagal Mitigasi Lakalaut, DPRD Dorong Evaluasi Total Pengelolaan Pariwisata

Muhammad Hafied • Jumat, 24 April 2026 | 19:29 WIB
Audiensi sejumlah relawan SAR di gedung DPRD Kebumen, Jumat (24/4). Pertemuan ini fokus membahas tingginya angka kecelakaan laut di kwasan pantai selatan Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)
Audiensi sejumlah relawan SAR di gedung DPRD Kebumen, Jumat (24/4). Pertemuan ini fokus membahas tingginya angka kecelakaan laut di kwasan pantai selatan Kebumen. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN – Upaya mitigasi Pemkab Kebumen untuk menekan angka kecelakaan laut disebut gagal. Menyusul tingginya jumlah korban jiwa pada musim libur lebaran lalu. Hal ini terungkap saat audiensi potensi atau relawan SAR di gedung DPRD Kebumen, Jumat (24/4).

Dalam pertemuan ini sejumlah relawan mengungkapkan keperihatinan atas banyaknya peristiwa kecelakaan laut (lakalaut) selama musim libur lebaran lalu.

Kondisi ini dianggap sebagai preseden buruk bagi Pemkab Kebumen dalam kaitan tata kelola penyelenggaraan pariwisata.

Baca Juga: Pemkot Jogja Canangkan Pembangunan Taman Pintar Kedua di Sisi Selatan, Dilengkapi Wahana Edukasi Lalu Lintas dan Perikanan

"Kami di sini pertanyakan peran pemerintah. Setidaknya harus bisa melihat dan mengukur ketika musim liburan," tegas Ketua SAR Lawet Perkasa Bejo Priyono.

Dia menyatakan, banyaknya jumlah korban jiwa di kawasan wisata pantai menunjukkan lemahnya sistem pengamanan dan mitigasi risiko. Bejo juga perihatin melihat lonjakan jumlah wisatawan saat libur lebaran, ternyata tidak diimbangi kesiapan infrastruktur keselamatan memadai.

"Dinas jangan cuma bisa memungut saja. Contoh di Pantai Suwuk, pas ada kejadian kepala dinas pariwisata tidak turun ke sana," jelasnya.

Baca Juga: Edukasi Menabung, Investasi hingga Kripto, LPS Undang Bank Digital dan Fintech di Jogja Financial Festival

Bejo melihat, minimnya rambu peringatan, keterbatasan personel penjaga pantai serta kurangnya edukasi kepada wisatawan menjadi faktor tingginya angka kecelakaan laut. Selain itu, menurutnya koordinasi lintas instansi juga sejauh ini belum optimal.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola wisata dan relawan SAR guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Kami tidak minta uang, kami cuma minta sinergi agar pengunjung merasa aman dan nyaman. Tidak boleh Kebumen jadi pangkalan korban," beber Bejo.

Baca Juga: Workshop UMKM Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan dan Energi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka kecelakaan laut.

Namun begitu, banyaknya wisatawan yang hadir dan tidak memahami karakter pantai selatan membuat tingginya angka kecelakaan laut.

Di samping itu dia mengakui masih terdapat keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana serta sumber daya manusia atau SDM. "Kami kemarin perihatin juga, di samping kunjungan terbesar di Jawa Tengah, tapi ada beberapa korban meninggal," jelasnya.

Baca Juga: Jalan Kaki Lintas Pulau demi Perdamaian, 56 Bhante Tempuh Rute Bali-Borobudur: Tahun Ini Tidak Melalui Thailand

Ketua DPRD Kebumen Saman menegaskan, pihaknya akan mendorong evaluasi secara menyeluruh terkait kebijakan pengelolaan pariwisata, terutama di pesisir pantai. DPRD, kata dia, juga telah meminta dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyikapi tingginya angka kecelakaan laut.

"Ketika ada kecelakaan laut, DPRD tidak ingin saling lempar tanggungjawab. Habis ini kami rapat komisi gabungan buat cari solusi," terangnya.

Baca Juga: Anak Jadi Bintang Utama, Festival Iklim di Taman Pintar Jogja Buktikan Edukasi Lingkungan Bukan Hanya untuk Orang Dewasa

Saman pun meminta, hasil pertemuan antara relawan SAR dan unsur terkait ini menjadi titik awal perbaikan sistem pengamanan kawasan pantai di Kebumen. Dia tak ingin peristiwa tragis yang menelan korban saat aktivitas wisata tidak kembali terulang pada musim berikutnya.

"DPRD senang, liburan jumlah wisatawan naik derastis. Tapi tidak dibarengi kesiapan. Relawan SAR belum terkoordinir dengan baik," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#lakaluat #tim sar #kecelakaan laut #Pantai Selatan #Pemkab Kebumen