KEBUMEN – Upaya mitigasi Pemkab Kebumen untuk menekan angka kecelakaan laut disebut gagal. Menyusul tingginya jumlah korban jiwa pada musim libur lebaran lalu. Hal ini terungkap saat audiensi potensi atau relawan SAR di gedung DPRD Kebumen, Jumat (24/4).
Dalam pertemuan ini sejumlah relawan mengungkapkan keperihatinan atas banyaknya peristiwa kecelakaan laut (lakalaut) selama musim libur lebaran lalu.
Kondisi ini dianggap sebagai preseden buruk bagi Pemkab Kebumen dalam kaitan tata kelola penyelenggaraan pariwisata.
"Kami di sini pertanyakan peran pemerintah. Setidaknya harus bisa melihat dan mengukur ketika musim liburan," tegas Ketua SAR Lawet Perkasa Bejo Priyono.
Dia menyatakan, banyaknya jumlah korban jiwa di kawasan wisata pantai menunjukkan lemahnya sistem pengamanan dan mitigasi risiko. Bejo juga perihatin melihat lonjakan jumlah wisatawan saat libur lebaran, ternyata tidak diimbangi kesiapan infrastruktur keselamatan memadai.
"Dinas jangan cuma bisa memungut saja. Contoh di Pantai Suwuk, pas ada kejadian kepala dinas pariwisata tidak turun ke sana," jelasnya.
Bejo melihat, minimnya rambu peringatan, keterbatasan personel penjaga pantai serta kurangnya edukasi kepada wisatawan menjadi faktor tingginya angka kecelakaan laut. Selain itu, menurutnya koordinasi lintas instansi juga sejauh ini belum optimal.
Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola wisata dan relawan SAR guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Kami tidak minta uang, kami cuma minta sinergi agar pengunjung merasa aman dan nyaman. Tidak boleh Kebumen jadi pangkalan korban," beber Bejo.
Baca Juga: Workshop UMKM Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan dan Energi
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka kecelakaan laut.
Namun begitu, banyaknya wisatawan yang hadir dan tidak memahami karakter pantai selatan membuat tingginya angka kecelakaan laut.
Di samping itu dia mengakui masih terdapat keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana serta sumber daya manusia atau SDM. "Kami kemarin perihatin juga, di samping kunjungan terbesar di Jawa Tengah, tapi ada beberapa korban meninggal," jelasnya.
Ketua DPRD Kebumen Saman menegaskan, pihaknya akan mendorong evaluasi secara menyeluruh terkait kebijakan pengelolaan pariwisata, terutama di pesisir pantai. DPRD, kata dia, juga telah meminta dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyikapi tingginya angka kecelakaan laut.
"Ketika ada kecelakaan laut, DPRD tidak ingin saling lempar tanggungjawab. Habis ini kami rapat komisi gabungan buat cari solusi," terangnya.
Saman pun meminta, hasil pertemuan antara relawan SAR dan unsur terkait ini menjadi titik awal perbaikan sistem pengamanan kawasan pantai di Kebumen. Dia tak ingin peristiwa tragis yang menelan korban saat aktivitas wisata tidak kembali terulang pada musim berikutnya.
"DPRD senang, liburan jumlah wisatawan naik derastis. Tapi tidak dibarengi kesiapan. Relawan SAR belum terkoordinir dengan baik," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo