Jalan Kaki Lintas Pulau demi Perdamaian, 56 Bhante Tempuh Rute Bali-Borobudur: Tahun Ini Tidak Melalui Thailand
Naila Nihayah• Jumat, 24 April 2026 | 19:28 WIB
LAKU SPIRITUAL: Setelah menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer, para biksu thudong tiba di Candi Borobudur, Mei 2024 lalu. NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
MAGELANG - Perjalanan spiritual lintas pulau akan kembali mewarnai peringatan Waisak 2026. Sebanyak 56 bhante dijadwalkan menempuh perjalanan dari Bali hingga Candi Borobudur dalam rangka Indonesia Walk for Peace 2026. Sebuah gerakan yang mengusung pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dikenal dengan tradisi thudong dari Thailand, perjalanan tahun ini tidak melintasi jalur internasional.
Rute dipusatkan di Indonesia, dimulai dari Bali dan berakhir di Magelang.
Pembina acara, Romo Wawan menjelaskan, perubahan rute tersebut dipengaruhi kondisi di kawasan Asia Tenggara. Khususnya Malaysia yang biasanya menjadi jalur pendampingan perjalanan.
Rangkaian kegiatan diawali pada 7 Mei 2026, saat para bhante dari Thailand tiba di Bali. Mereka dijadwalkan langsung menuju kawasan Bedugul setelah transit penyambutan, termasuk singgah di kawasan Taman Ayun atas undangan pihak kerajaan setempat.
Perjalanan inti dimulai pada 9 Mei 2026, ditandai dengan pelepasan resmi peserta. Sejak titik ini, para bhante akan berjalan kaki secara bertahap melintasi Bali menuju titik penyeberangan di Selat Bali.
Wawan menyebut, momen simbolis akan berlangsung saat penyeberangan. Di tengah laut, rombongan akan menggelar doa bersama (paritta) dan tabur bunga untuk mengenang korban tragedi di Selat Bali.
Setibanya di Banyuwangi, perjalanan dilanjutkan menuju sejumlah titik di Pulau Jawa.
Rombongan dijadwalkan singgah di berbagai kota, termasuk Surakarta dan Jogja. Di Surakarta, peserta akan disambut Keraton dan mengikuti rangkaian festival Waisak.
Wawan menjelaskan, total peserta dalam kegiatan ini mencapai 56 bhante. Rinciannya, 50 bhante datang langsung dari Thailand, lima bhante merupakan warga Thailand yang telah berada di Indonesia, serta satu bhante asal Indonesia.
Meski jarak pasti perjalanan tidak disebutkan, rute Bali hingga Magelang diperkirakan menempuh ratusan kilometer dengan kombinasi perjalanan kaki dan transportasi pendukung di beberapa titik. Sepanjang perjalanan, rombongan juga akan mendapatkan pengawalan dari aparat gabungan.
"Intinya tetap sama, perjalanan ini membawa pesan perdamaian," katanya. Selain sebagai praktik spiritual, lanjut dia, kegiatan ini juga menjadi medium kampanye nilai toleransi di tengah masyarakat yang beragam.Interaksi langsung para bhante dengan masyarakat di sepanjang rute diharapkan dapat memperkuat pesan tersebut. (aya/wia) Editor : Winda Atika Ira Puspita