Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenaikan Biaya Rp 7,8 Juta Ditomboki Pemerintah, Terpengaruh Harga Avtur Ongkos Haji Naik tapi Tak Dibebankan ke CJH

Muhammad Hafied • Jumat, 24 April 2026 | 07:08 WIB

 

Proses pelayanan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kebumen di Kompleks Islamic Center. (M Hafied/Radar Jogja)
Proses pelayanan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kebumen di Kompleks Islamic Center. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Biaya perjalanan ibadah haji berpotensi naik menyusul adanya kenaikan avtur sebagai bahan bakar pesawat. Kondisi ini akibat meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah (Timteng).

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen Suwaibatul Aslamiyah menyampaikan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut berdampak pada pembiayaan haji.

Kendati begitu, calon jemaah haji (CJH) diminta tidak cemas karena tambahan biaya akibat kenaikan BBM ditanggung pemerintah. Artinya setiap CJH tidak dibebankan kenaikan komponen biaya haji tersebut.

Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI DIY Gelar Jalan Sehat hingga Layanan Perpanjangan SIM di Gambiran

"Tambahan dibiayai pemerintah, karena situasi perang. Itu bentuk perhatian pemerintah," jelasnya kepada Radar Jogja, Kamis (23/4).

Pemerintah, kata Suwaibatul, telah membuat skema untuk antisipasi adanya kenaikan biaya akibat harga avtur naik. Pemerintah juga sudah memikirkan untuk meredam dampak kenaikan biaya haji akibat perang.

Adapun Kemenhaj Kebumen masih terus memantau perkembangan jika terdapat kebijakan baru untuk menyikapi kenaikan harga avtur. "Sekarang ada kenaikan avtur, setiap CJH ada kenaikan sekitar Rp 7,8 juta. Tapi itu tidak dibebankan jemaah haji," bebernya.

Baca Juga: Sekolah Lama Segera Dibongkar, Lokasi Baru SDN Nglarang Masih Berupa Kebun

Suwaibatul menegaskan, adanya konflik Timteng yang belakangan terjadi tidak membawa pengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

Ia memastikan seluruh layanan berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti. Oleh karena itu, CJH beserta diminta tidak khawatir dan tetap tenang. "Tidak ada kendala soal konflik Timur Tengah. Semua biasa," ungkapnya.

Suwaibatul mengungkapkan, pada musim haji tahun ini sebanyak 1.743 CJH reguler asal Kebumen siap diberangkatkan menuju tanah suci. CJH yang berangkat merupakan mereka yang telah mendaftar antara tahun 2012-2013.

Baca Juga: Siswa SD di Bleberan Playen Alami Cedera Kepala Berat Akibat Kelalaian Muatan Pikap

Ia memastikan seluruh persiapan sudah matang. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah daerah guna persiapan pemberangkatan. "Sudah siap. Tinggal pemberangkatan bertahap," bebernya.

Salah satu keluarga CJH Muhrodin, 43, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen berharap konflik di Timteng tidak berlarut.

Dia mengaku cukup khawatir jika konflik terus berlanjut akan berdampak pada jemaah haji, baik dari sisi keselamatan maupun pembiayan. "Sudah lah cukup. Yang di rumah ikut was-was. Pemerintah harus menjamin," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kenaikan harga avtur #kementerian haji dan umrah #haji #kebumen #Kemenhaj