Di antara 1.423 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Magelang tahun 2026, ada satu nama yang mencuri perhatian. Dia adalah Kyra Talita Sakhi asal Dusun Kaponan, Pakis. Di usia 13 tahun, siswi tersebut akan menunaikan ibadah haji bersama ibunya, menggantikan posisi sang ayah yang telah meninggal dunia.
Perjalanan Kyra menuju Tanah Suci bukan kisah yang direncanakan sejak awal. Semua berawal dari pendaftaran haji orang tuanya pada 2012. Saat itu, ibunya, Dian Rahmawati, 38 mendaftar bersama sang suami, Eko Setyawan. Berdasarkan antrean, keduanya diperkirakan berangkat pada 2026.
Namun takdir berkata lain. Sang ayah meninggal dunia pada 2021 saat pandemi. Keberangkatan haji keluarga tersebut sempat menjadi tanda tanya.
Seiring berjalannya waktu, Dian berinisiatif mengganti porsi haji suaminya kepada sang anak. Saat itu, tujuannya agar nama Kyra masuk daftar tunggu dan bisa berangkat di tahun-tahun berikutnya.
Keputusan itu diambil pada November 2025, tepat ketika usia Kyra menginjak 13 tahun, batas minimal sesuai ketentuan. Namun, rencana tersebut berubah lebih cepat dari perkiraan.
Pada Januari 2026, Dian mendapat panggilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang untuk proses biometrik. Di situlah kabar mengejutkan datang. Kyra bisa berangkat haji tahun ini, bersama ibunya.
Baca Juga: Harda Kiswaya Matangkan Rencana Pemotongan TPP Kepala Dinas 25 Persen untuk Dorong Kinerja
"Alhamdulillah dipanggil untuk biometrik, ternyata anak saya bisa ikut berangkat tahun ini karena umurnya sudah memenuhi," kata Dian di kediamannya, Rabu (22/4).
Kabar tersebut, praktis disambut haru keluarga. Bagi Dian, keputusan tersebut justru meringankan beban pikiran. Ia sempat membayangkan jika anaknya harus berangkat sendiri di masa depan. "Kalau harus berangkat sendiri nanti kasihan. Jadi waktu tahu bisa berangkat bareng, keluarga sampai nangis semua," sambung guru di SDN Girirejo 3, Ngablak itu.
.
Sebagai CJH termuda, Kyra menjalani persiapan yang tidak ringan. Selain mengikuti manasik haji sebanyak tujuh hingga delapan kali, ia juga melatih fisik secara rutin.
"Persiapan mental sama fisik. Kalau fisik latihan lari sama jalan cepat," timpal Kyra.
Di sela persiapan, Kyra juga tetap menjalani aktivitas sebagai pelajar. Ia bahkan telah diterima di salah satu SMP di Kota Magelang dan berencana melanjutkan sekolah setelah pulang dari ibadah haji.
Meski akan meninggalkan adiknya selama lebih dari 40 hari, Kyra mengaku sudah siap. Komunikasi dengan keluarga akan tetap dilakukan melalui panggilan video. "Ya mau tidak mau, nanti bisa video call," ujarnya singkat.
Baca Juga: Kejari Gunungkidul Sidak Balai Kalurahan Ngalang, Uber Dua Dokumen Ini Terkait Sengketa Tanah SG
Dian dan Kyra dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026 melalui YIA, tergabung dalam Kloter 18. Mereka tidak berangkat sendiri, melainkan bersama anggota keluarga lain. Total ada empat orang dalam rombongan keluarga tersebut, termasuk kakak ipar Dian beserta pasangannya. "Jadi berangkatnya sekeluarga berempat," sambung Dian.
Bagi Kyra, keberangkatan ini menjadi pengalaman pertama yang tak semua anak seusianya dapatkan. "Teman-teman tahu dan banyak yang minta doa," bebernya. (pra)
Editor : Heru Pratomo