KEBUMEN - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindag KUKM) Kebumen memastikan pasokan gas elpiji dalam kondisi aman. Hal ini ditegaskan setelah mendapat keluhan dari mayarakat ihwal kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, tim telah mengecek ke agen hingga pangkalan begitu mendapat keluhan adanya kelangkaan gas epiji ukuran 3 kilogram.
Tim turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi yang dirasakan masyarakat. "Dari sisi pasokan sebenarnya tidak ada kendala. Semua aman dan terjaga," jelasnya kepada Radar Jogja, Selasa (21/4).
Haryono mengungkapkan, dari hasil penelusuran tim menemukan fakta bahwa fenomena kelangkaan gas yang dirasakan masyarakat bukan karena terganggunya distrbusi, melainkan adanya perilaku panic buyying atau pemberlian barang berlebih.
Kekhawatiran akan habisnya stok membuat sebagian masyarakat berbondong-bondong membeli gas sebagai persediaan. "Masyarakat begitu ada truk pengangkut gas, langsung buru-buru beli sekaligus," jelasnya.
Dari hasil pemantauan, lanjut Haryono, tim Disperindag KUKM menemukan adanya lonjakan pembelian gas elpiji di sejumlah pangkalan dan agen. Aksi pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan ini membuat sebagian masyarakat sulit mencari gas.
Di samping itu permintaan gas elpiji beberapa hari terakhir juga mengalami peningkatan seiring memasuki musim hajatan. "Tim kami sudah cek ke enam titik. Hasilnya ditemukan adanya angka pembelian lebih besar dari biasanya," kata dia.
Haryono pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panic buyying. Langkah ini dinilai penting agar distribusi gas elpiji dapat merata dan tidak menimbulkan kelangkaan semu. Dia juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam pembelian gas bersubsidi. Dengan begitu ketersediaan gas dapat dinikmati masyarakat secara merata.
Tak hanya itu, guna memastikan persediaan serta kelancaran distribusi, Disperindag KUKM Kebumen juga akan terus berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan PT Pertamina. "Masyarakat tidak perlu panik. Kami juga akan terus pantau untuk pastikan kelancaran ditribusi," jelasnya.
Sebelumnya, sebagian masyarakat di sejumlah kecamatan sempat mengeluhkan adanya kelangkaan gas melon. Kondisi ini memaksa mereka harus berkeliling ke beberapa pengecer demi mendapatkan gas elpiji bersubsidi. Selain langka, harga gas elpiji juga mengalami kenaikan.
Di beberapa penjual menawarkan harga lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET). "Sudah cari ke beberapa pengecer, kosong. Repot misal gas habis," ungkapnya salah satu Kecamatan Sadang, Anna Seftiayunisa. (fid)
Editor : Heru Pratomo