KEBUMEN - Sebanyak 103 kader PDI Perjuangan Kebumen antusias mengikuti seleksi tertulis berbasis online untuk memperebutkan posisi ketua pengurus anak cabang (PAC) Minggu (19/4). Proses penjaringan struktural di tingkat kecamatan ini berlangsung secara terbuka dan demokratis.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen Saiful Hadi menyampaikan, persaingan antar kader dipastikan berlangsung ketat karena proses seleksi diikuti lebih dari seratus peserta. Menurutnya banyaknya jumlah pendaftar atau kandidat menunjukkan keinginan besar di antara kader untuk memperkuat struktur partai di tingkatan akar rumput. "Semua punya kesempatan dan hak sama. Tidak ada beda-beda," jelasnya di sela proses seleksi secara online yang terpusat di Kantor PDI Perjuangan Kebumen.
Baca Juga: Retret di Akmil selama Lima Hari Rampung, Ketua DPRD Disegarkan Kembali soal Nilai Kebangsaan
Saiful menjelaskan, proses penentuan ketua PAC memang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab tahun ini dilakukan seleksi serentak secara daring melalui perangkat digital yang telah disiapkan partai. Langkah ini ditempuh PDI Perjuangan untuk mencari calon pemimpin yang adaptif terhadap teknologi.
Saiful mengatakan, dalam pelaksanaanya setiap kandidat calon Ketua PAC wajib memenuhi sejumlah persyaratan, baik secara administratif maupun tahapan lain. Proses seleksi ini partai juga mengedepankan prinsip transparansi, loyalitas dan rekam jejak pengabdian dari setiap kader. "Soal ujiannya banyak. Ada idiologi partai sampai pengetahuan umum. Lewat handphone, tinggal isi sesuai kemampuan," ucap Saiful.
Bagi para kandidat yang dinyatakan lolos seleksi tertulis selanjutnya akan mengikuti tahapan berikutnya di tingkat pengurus provinsi. Adapun hasil akhir ditetapkan melalui mekanisme sesuai aturan internal partai. "Seleksi ketua tingkatan PAC jadi urusan DPD. Setelah ini ranting prosesnya baru di DPC," kata Saiful.
Salah satu peserta Sofian Anifudin dari Kecamatan Kebumen mengatakan, proses seleksi pengurus PAC secara daring memberikan warna berbeda di antara kader PDI Perjuangan. Kendati begitu, dia menyambut baik peneriaman sistem tersebut karena peserta tidak hanya diuji soal militansi terhadap partai, tetapi juga diajak untuk mengasah kemampuan teknis dalam pengoperasian perangkat digital. "Sangat asyik. Bisa dilihat bersama kader di 26 kecamatan berbaur jadi satu. Tua dan muda berkompetisi dengan perangkat teknologi," ungkapnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita