Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Chattra Candi Borobudur Masih Dikaji, Pemerintah Dorong Konsep Living Heritage

Naila Nihayah • Minggu, 19 April 2026 | 20:00 WIB
BELUM DIPASANG: Wacana soal pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur masih dikaji. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
BELUM DIPASANG: Wacana soal pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur masih dikaji. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MUNGKID - Rencana pemasangan chattra di stupa induk Candi Borobudur hingga kini masih dalam tahap kajian dan belum dipastikan terealisasi dalam waktu dekat. Sebab proses yang berjalan saat ini mengedepankan kehati-hatian serta mempertimbangkan aspirasi berbagai pihak, khususnya umat Buddha.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengutarakan, pemasangan chattra, struktur yang menyerupai payung masih berada dalam proses panjang. Termasuk kajian teknis dan budaya. "Ini bagian dari aspirasi masyarakat Buddha yang sudah cukup lama disampaikan," ujarnya di kompleks Candi Borobudur Jumat (17/4) malam.

Baca Juga: Kader PAN Boyongan ke PPP, Siap Penuhi Target Satu Fraksi di Sleman

Fadli menyebut, pemerintah telah melakukan berbagai diskusi mendalam melalui forum-forum ilmiah seperti focus group discussion (FGD) yang melibatkan sejarawan, arkeolog, hingga budayawan. Proses itu bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil tidak hanya tepat secara historis, tetapi juga selaras dengan nilai pelestarian.

Dalam perspektif pemerintah, rencana pemasangan chattra tidak semata-mata upaya rekonstruksi fisik. Melainkan bagian dari pendekatan baru dalam pengelolaan warisan budaya, yakni konsep living heritage.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munich vs Stuttgart Bundesliga Minggu 19 April 2026, Waktunya The Bavarians Amankan Gelar?

Konsep ini, kata dia, menekankan situs bersejarah tidak hanya dipertahankan sebagai monumen statis, tetapi juga dihidupkan kembali dalam konteks budaya dan spiritual masyarakat masa kini. "Ini adaptasi. Tidak ada yang mengganggu dari sisi pelestarian," katanya.

Dia menambahkan, pendekatan serupa juga diterapkan di berbagai situs Buddhis dunia, seperti di India, Thailand, Myanmar, hingga Kamboja. Sehingga Indonesia dinilai tidak keluar dari praktik global dalam pengelolaan situs keagamaan bersejarah.

Meski menjadi perhatian publik, pemerintah memperkirakan pemasangan chattra belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, kemungkinan besar belum akan terpasang sebelum Waisak tahun ini. "Kelihatannya belum (dipasang, Red) sebelum Waisak. Masih ada proses yang harus dilalui," paparnya.

Fadli mengatakan, sejumlah tahapan yang dimaksud antara lain impact assessment, uji teknis, serta prosedur administratif yang ketat. Dia memastikan, seluruh proses dilakukan secara hati-hati (prudent) untuk menjaga keaslian dan integritas situs yang telah diakui sebagai warisan dunia.

Baca Juga: Disperinkop UKM Kulon Progo Kejar Target Sertifikasi Halal Untuk UMKM

Terkait bentuk dan material, Fadli menegaskan, chattra yang direncanakan bukan terbuat dari batu seperti struktur asli candi, melainkan menggunakan bahan yang lebih ringan melalui pendekatan adaptasi. "Bukan batu. Ini adaptasi agar lebih ringan, dan itu juga digunakan di banyak situs Buddhis lainnya," jelasnya.

Dia melanjutkan, penggunaan material yang lebih ringan dinilai penting untuk mengurangi risiko beban tambahan pada struktur utama candi yang telah berusia lebih dari seribu tahun.

Di satu sisi, Fadli melihat, rencana ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya tarik Candi Borobudur tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah. Tetapi juga sebagai pusat wisata religi dunia.

Dengan jumlah umat Buddha global yang diperkirakan mencapai 500 hingga 600 juta jiwa, potensi kunjungan dinilai sangat besar. "Kalau satu persen saja datang, itu bisa 5 sampai 6 juta orang," lontarnya.

Dia berharap, penguatan nilai spiritual dan budaya melalui konsep living heritage dapat menarik lebih banyak peziarah maupun wisatawan mancanegara. Sekaligus memperkuat posisi Borobudur sebagai ikon peradaban dan toleransi. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#living heritage #candi boko #stupa #Chattra #Menteri Kebudayaan Fadli Zon