Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Retret di Akmil selama Lima Hari Rampung, Ketua DPRD Disegarkan Kembali soal Nilai Kebangsaan

Naila Nihayah • Minggu, 19 April 2026 | 19:15 WIB
RAMPUNG: Para ketua DPRD telah menyelesaikan kegiatan retret selama lima hari di Akmil Magelang Minggu (19/4). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
RAMPUNG: Para ketua DPRD telah menyelesaikan kegiatan retret selama lima hari di Akmil Magelang Minggu (19/4). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Rangkaian Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) atau retret ketua DPRD se-Indonesia di Akmil resmi berakhir. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas politik daerah, tetapi juga menyegarkan kembali pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan dan arah kebijakan strategis nasional.

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menjelaskan, forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan perspektif kebangsaan di tengah dinamika politik dan tantangan global yang terus berkembang. "Yang paling utama, para peserta disegarkan kembali tentang nilai-nilai kebangsaan," bebernya Minggu (19/4).

Dia menyebut, KPPD ini juga dirancang sebagai jembatan untuk menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Posisi ketua DPRD dinilai sangat strategis karena berada di titik krusial pengambilan keputusan di daerah.

Baca Juga: Kisah Keluarga Hermanto, Lama Hidup Susah Kini Dapat Perhatian Pemerintah; sang Ayah Senang Akhirnya Diobati, Komitmen Wujudkan Cita-Cita Anak Jadi Dokter

Ace menegaskan, kebijakan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa mengindahkan arah kebijakan nasional. Namun di sisi lain, kebutuhan riil masyarakat di daerah tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Karena itu, harus ada keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah. "Kebijakan pusat dan daerah harus senapas, tetapi tidak boleh mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah," katanya.

Menurut dia, peran ketua DPRD sebagai pemegang palu kebijakan menjadikan mereka aktor penting dalam memastikan agenda nasional dapat diterjemahkan secara konkret di tingkat daerah.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Jateng Siap Diberangkatkan, Kloter Pertama Berangkatkan dari Embarkasi Solo 22 April 2026

Selama pelaksanaan kursus, peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai pemangku kepentingan strategis. Satu hal yang disorot adalah paparan dari Presiden yang menyampaikan arah kebijakan nasional dan strategi pembangunan ke depan.

Selain itu, sejumlah menteri turut memberikan materi terkait program prioritas pemerintah. Mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG), kesehatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Selain itu, Ketua KPK hadir memberikan pembekalan terkait pencegahan korupsi di tingkat daerah. Sementara itu, Panglima TNI dan Kapolri turut menyampaikan pentingnya stabilitas keamanan dan penegakan hukum dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Baca Juga: Prediksi Derbi Merseyside Premier League Everton vs Liverpool Minggu 19 April 2026, Dominasi The Reds Berlanjut?

Dia melanjutkan, satu pesan utama yang ditekankan dalam penutupan adalah pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan politik maupun latar belakang daerah. "Kita boleh berbeda-beda daerah, beda partai, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara, itu harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Pasca kegiatan ini, Ace berharap, para ketua DPRD mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di daerah masing-masing. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci untuk mendorong terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045 melalui strategi Asta Cita. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) #ketua drpd #Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily #magealng #Retret